Jakarta, Arina.id – Akademisi dan pengkaji filsuf Islam, Fahruddin Faiz, menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh semangat, cita-cita, dan keberanian, tetapi juga oleh kemampuan mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan kekuatan secara seimbang.
Dalam sebuah kajian yang mengulas pemikiran Alexander the Great, Fahruddin menjelaskan bahwa ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Ia mengutip nasihat Alexander Agung yang menyatakan bahwa tanpa pengetahuan, keahlian tidak dapat difokuskan; tanpa keahlian, kekuatan tidak dapat digunakan; dan tanpa kekuatan, pengetahuan tidak dapat diterapkan.
Menurut Fahruddin, pengetahuan menjadi fondasi utama untuk mengasah keahlian. Seseorang yang berhenti belajar akan sulit meningkatkan kualitas kemampuannya karena keahlian membutuhkan wawasan yang terus berkembang.
“Setiap orang memiliki bidang keahlian masing-masing. Untuk mempertajam keahlian itu, seseorang harus terus belajar, menambah wawasan, dan memperluas pengetahuan,” ujarnya dalam tayangan Channel Ngaji Filsafat diakses Kamis (25/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa pemahaman yang dangkal justru dapat menimbulkan kesalahan. Seseorang yang merasa sudah menguasai suatu bidang hanya karena mempelajari sebagian kecil ilmu berisiko mengambil kesimpulan yang keliru dan menyesatkan.
Selain pengetahuan, Fahruddin menekankan pentingnya keahlian sebagai sarana untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki seseorang. Potensi yang besar, katanya, tidak akan menghasilkan manfaat apabila tidak dilatih dan dikembangkan menjadi keterampilan nyata.
“Banyak orang memiliki bakat dan potensi, tetapi jika tidak diasah menjadi keahlian, potensi itu hanya akan menjadi potensi yang tidak pernah diwujudkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengetahuan yang luas juga tidak akan memberikan dampak berarti apabila tidak didukung oleh kekuatan atau kapasitas untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Karena itu, Fahruddin mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi terhadap kemampuan diri masing-masing, mulai dari mengenali potensi yang dimiliki, mengembangkan keahlian yang relevan, hingga memperluas pengetahuan yang mendukung pengembangan diri.
Menurutnya, pengetahuan dapat meningkatkan kualitas keahlian, sementara keahlian membantu mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki seseorang. Sebaliknya, kekuatan dan keahlian juga membuat pengetahuan menjadi lebih bermanfaat karena dapat diterapkan secara konkret.
“Ketiganya saling mendukung dan saling menguatkan. Pengetahuan, keahlian, dan kekuatan merupakan tiga unsur penting yang harus dikembangkan secara bersamaan agar seseorang dapat mencapai kapasitas terbaiknya,” ulasnya.




Comments are closed.