Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. 3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

3-jenis-obat-yang-aman-digunakan-untuk-aborsi
3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi
service

Mubadalah.id – Berikut tiga jenis obat yang aman digunakan untuk melakukan aborsi: Pertama, Mifepristone (RU-486 atau “Pil Prancis”). Kehamilan hingga usia sembilan minggu dapat digugurkan menggunakan obat ini.

Namun, penggunaannya hanya dilakukan dalam program-program khusus yang diselenggarakan oleh rumah sakit sehingga setiap perkembangan kondisi pasien dapat Anda pantau. Apabila terjadi masalah, penanganan dapat segera medis berikan.

Biasanya, dua hari setelah pemberian mifepristone, pasien akan kita berikan obat lain, seperti misoprostol, agar proses pengguguran berlangsung secara sempurna.

Kedua, misoprostol. Obat ini pada awalnya untuk mengobati luka atau tukak pada saluran pencernaan. Dalam tindakan aborsi, misoprostol umumnya bersama mifepristone atau obat lainnya.

Apabila hanya menggunakan misoprostol, obat ini umumnya hanya berfungsi untuk memulai proses pengguguran sehingga pasien tetap memerlukan penanganan dokter setelah terjadi perdarahan.

Misoprostol bisa Anda gunakan pada usia kehamilan hingga tiga bulan pertama (12 minggu) dan bekerja paling efektif ketika usia kehamilan mendekati dua bulan. Obat ini Anda gunakan dengan cara memasukkannya ke dalam vagina, bukan meminumnya.

Ketiga, methotrexate. Methotrexate merupakan obat yang pada dasarnya digunakan untuk terapi kanker. Dalam tindakan aborsi, obat ini digunakan bersama misoprostol.

Namun, methotrexate dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Apabila penggunaan obat ini gagal menggugurkan kandungan dan kehamilan tetap berlanjut, bayi yang lahir berisiko mengalami cacat bawaan yang berat.

Sampai saat ini, belum ada petunjuk penggunaan methotrexate yang benar-benar aman. Terutama apabila tindakan tersebut Anda lakukan tanpa dukungan rumah sakit yang memiliki peralatan medis lengkap.

Dampak Aborsi yang Tidak Selesai atau Tidak Sempurna

Aborsi yang tidak selesai atau tidak sempurna terjadi apabila setelah tindakan aborsi masih terdapat sisa jaringan kehamilan yang tertinggal di dalam rahim.

Tanda-tandanya antara lain perdarahan berat yang berlangsung lebih dari satu hari setelah aborsi, nyeri dengan kram. Serta keluarnya jaringan atau gumpalan darah dari vagina.

Tanpa bantuan dokter dan tenaga kesehatan yang terlatih di rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, komplikasi berat dapat terjadi. Bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa pasien. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 321. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.