Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kenali Tanda Bahaya Setelah Aborsi, dari Tetanus hingga Luka Dalam

Kenali Tanda Bahaya Setelah Aborsi, dari Tetanus hingga Luka Dalam

kenali-tanda-bahaya-setelah-aborsi,-dari-tetanus-hingga-luka-dalam
Kenali Tanda Bahaya Setelah Aborsi, dari Tetanus hingga Luka Dalam
service

Mubadalah.id – Perempuan yang mengalami infeksi atau pendarahan akibat luka setelah aborsi dapat terkena infeksi tetanus, terutama bila ada alat atau benda kotor yang masuk ke dalam rahim. Ia memerlukan suntikan (vaksinasi) tetanus secepatnya.

Obat-obatan yang Dapat Disuntikkan pada Pasien yang Mengalami Infeksi Parah Setelah Aborsi

Penting! obat-obatan yang diberikan melalui pembuluh darah (intravenous atau IV) maupun suntikan ke dalam otot (intramuscular atau IM) harus terus diberikan hingga pasien benar-benar bebas demam selama 48 jam.

Pertama, apabila Anda telah memilih salah satu tabel dan memberikan seluruh obat di dalamnya, tetapi setelah 24 jam pasien masih tetap demam, berikan obat-obatan dari tabel yang lain.

Kedua, bila pasien sudah benar-benar bebas demam, yaitu suhu tubuhnya stabil selama 48 jam, obat-obatan dapat diberikan melalui mulut (diminum).

Pingsan atau Kehilangan Kesadaran

Bila perempuan yang baru menjalani aborsi pingsan, penyebabnya mungkin syok, baik akibat pendarahan hebat, luka parah pada bagian dalam tubuh, maupun infeksi yang telah menyebar.

Jika pasien sempat pingsan, tetapi tidak lama kemudian sadar kembali dan tidak menunjukkan tanda-tanda syok, berikan ia banyak minum dan terus pantau perkembangannya.

Luka pada Bagian Dalam Tubuh

Luka dapat terjadi saat proses aborsi berlangsung akibat benda-benda tajam yang ia gunakan sebagai alat aborsi hingga melubangi dinding rahim. Bukan hanya rahim yang dapat mengalami luka, tetapi juga saluran tuba falopi, indung telur, saluran pencernaan, dan kandung kemih.

Bila terjadi luka pada bagian dalam tubuh, mungkin saja pasien tidak mengalami pendarahan hebat melalui vagina. Akibatnya, dari luar ia tampak baik-baik saja, padahal di dalam perutnya sedang terjadi pendarahan.

Dengarkan bunyi-bunyian dari dalam perut pasien selama dua menit. Bila tidak terdengar bunyi apa pun, kemungkinan ia mengalami luka pada bagian dalam tubuh. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 333. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.