Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pameran Besar Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967, Tampilkan Ratusan Karya

Pameran Besar Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967, Tampilkan Ratusan Karya

pameran-besar-pelukis-indonesia-di-malaysia-pada-1967,-tampilkan-ratusan-karya
Pameran Besar Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967, Tampilkan Ratusan Karya
service

Pameran Besar Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967, Tampilkan Ratusan Karya | Pexels/Alina Rossoshanska


Mundur beberapa dekade silam, tepatnya pada 1967, belasan pelukis dari Indonesia pernah melakukan sebuah pameran dalam skala besar. Uniknya pameran ini tidak digelar di dalam negeri, melainkan di negara tetangga, Malaysia.

Terdapat ratusan karya yang ditampilkan dalam pameran yang digelar di Negeri Jiran pada waktu itu. Pameran ini juga menjadi kali pertama lukisan dari seniman Indonesia ditampilkan secara besar-besaran dalam beberapa tahun sebelumnya.

Bagaimana momen saat pameran lukisan yang diperuntukkan untuk pelukis Indonesia di Malaysia pada periode waktu tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pameran Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967

Dikutip dari artikel “Karya 19 Pelukis Indonesia Akan Di-pamer” dalam Berita Harian edisi 18 Juli 1967, pameran untuk pelukis Indonesia ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 24 Juli 1967. Pameran besar-besaran ini diselenggarakan di Balai Seni Lukis Samat pada waktu itu.

Terdapat 19 pelukis asal Indonesia yang terlibat dalam pameran lukisan ini. Terhitung ada 193 karya dari para seniman ini dalam pameran yang diadakan secara besar-besaran tersebut.

Tidak semua karya yang ditampilkan merupakan lukisan dalam satu jenis saja dari para seniman. dari 193 karya, 117 di antaranya merupakan lukisan minyak.

Sementara itu, ada 21 lukisan rajah dan 15 lukisan water colour yang turut ditampilkan dalam pameran tersebut. Tidak hanya itu, ada juga tiga buah ukiran yang juga turut dipamerkan dalam pameran tersebut.

Sudarso dan Nasjah Djamin menjadi dua dari 19 pelukis Indonesia yang turut menampilkan karyanya dalam pameran ini. Sudarso sendiri merupakan dosen di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta pada waktu itu.

Sementara itu, Nasjah Djamin disebutkan merupakan bagian dari Seni Rupa Jabatan Pelajaran dan Kebudayaan Indonesia. Kedua seniman ini diketahui tiba lebih awal di Malaysia untuk mempersiapkan pameran yang dimulai pada 24 Juli 1967 tersebut.

Pementasan ini juga bukan pameran pertama yang dijalankan di luar negeri dari beberapa seniman Indonesia yang ikut andil. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika ada tiga orang pelukis Indonesia yang pernah menampilkan karyanya di Brazil.

Selain itu, ada juga tujuh pelukis lainnya yang pernah ikut andil dalam pameran seni lukis lain di beberapa negara sebelumnya. Meskipun demikian, pengalaman pameran yang menampilkan ratusan karya dari seniman Indonesia tentu menjadi pengalaman berarti bagi para pelukis pada waktu itu.

Kali Pertama sejak 1959

Frank Sullivan selaku Penasehat Balai Seni Lukis Samat pada waktu itu menjelaskan jika pameran ini merupakan hasil dari kunjungan yang dilakukan ke Akademi Seni Rupa Bandung pada Mei 1967. Uniknya, pameran besar-besaran ini merupakan kali pertama sejak 1959 yang secara khusus ditujukan untuk para seniman yang berasal dari Indonesia.

Dalam acara pembukaan, pameran ini dibuka langsung oleh Senu Bin Abdul Rahman yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Penerangan dan Penyiaran serta Menteri Kebudayaan Malaysia.

Pameran tersebut berlangsung selama sembilan jam setiap harinya, mulai dari 09.00 pagi hingga 18.00 waktu setempat. Tidak ada batasan jumlah pengunjung yang boleh datang pada pameran yang digelar di Balai Seni Lukis Samat tersebut.

Selain itu, para pengunjung juga bebas untuk datang ke pameran tanda pungutan biaya masuk sedikit pun. Para pengunjung yang datang bisa menikmati ratusan karya dari para seniman Indonesia yang secara khusus ditampilkan dalam pameran saat itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.