Mubadalah.id – Apabila terjadi gangguan pada mulut, tenggorokan, atau saluran masuk makanan ke tubuh, pasien akan kesulitan makan secara normal. Akibatnya, ia berisiko mengalami kekurangan gizi, tubuh semakin lemah, dan lebih sulit melawan infeksi.
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan antara lain:
Pertama, makan lebih sering dengan porsi kecil.
Kedua, tambahkan minyak sayur atau pasta kacang tanah (kacang tanah yang dihaluskan dan dicampur mentega) ke dalam makanan untuk menambah asupan energi.
Ketiga, hindari lalapan karena lebih sulit dicerna dan berisiko membawa kuman penyakit.
Keempat, perbanyak minum serta waspadai tanda-tanda dehidrasi.
Lecet pada Mulut atau Tenggorokan
Banyak orang yang hidup dengan AIDS mengalami lecet pada mulut, serta gangguan pada gusi dan gigi. Untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, cobalah:
Pertama, mengonsumsi makanan yang lunak, bukan makanan yang keras atau renyah.
Kedua, memilih makanan yang tidak berbumbu tajam.
Ketiga, minum menggunakan sedotan, termasuk saat mengonsumsi sup.
Keempat, mengonsumsi makanan atau minuman dingin, termasuk es, untuk membantu meredakan rasa nyeri.
Luka, Bisul, atau Bibir Pecah-Pecah
Luka, bisul, atau bibir pecah-pecah (sering disebut “bisul demam”) dapat disebabkan oleh virus herpes. Orang yang sehat juga dapat mengalaminya, terutama setelah mengalami demam atau kondisi tubuh menurun.
Namun, pada orang yang hidup dengan AIDS, gangguan ini biasanya lebih berat dan dapat muncul kapan saja. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 395.





Comments are closed.