Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis

Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis

kisah-bunda-nekat-melahirkan-dengan-panduan-youtube-namun-berakhir-tragis
Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis
service

Jakarta

Persalinan panduan YouTube berakhir tragis dialami seorang ibu berusia 32 tahun di Tamil Nadu, India. Keputusannya untuk melahirkan secara alami di rumah hanya dengan mengikuti video-video di YouTube berujung duka setelah ia mengalami pendarahan hebat pascapersalinan dan akhirnya meninggal dunia.

Mengutip laman Etvbharat, seorang perempuan bernama Sasikala (32) meninggal dunia setelah menjalani persalinan panduan YouTube di rumah di wilayah Punjai Thalavaipalayam, dekat Uthukuli, Distrik Tiruppur, Tamil Nadu.

Menurut pengakuan keluarga, Sasikala menolak pergi ke rumah sakit karena trauma dengan pengalaman persalinan anak sebelumnya yang dilakukan melalui operasi caesar pada 2020 silam. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gantinya, Sasikala mempersiapkan persalinan normal di rumah dengan mengikuti petunjuk yang ditontonnya melalui video-video YouTube. Namun, kondisinya kemudian memburuk hingga mengalami koma.

Sasikala langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran Pemerintah Perundurai, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Swasta Royal Care di Coimbatore untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sasikala  menjalani perawatan di ruang ICU, tetapi meninggal dunia pada Minggu 28 Juni.

Trauma kelahiran anak pertama

Kuzhanthaisamy suami Sasikala mengungkapkan bahwa istrinya mengalami berbagai komplikasi setelah operasi caesar anak pertamanya, termasuk nyeri punggung berkepanjangan. Pengalaman tersebut membuat Sasikala trauma dan enggan kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit selama kehamilan anak keduanya. 

“Ia mengalami berbagai komplikasi setelah persalinan sebelumnya, termasuk sakit punggung yang parah. Karena pengalaman itu, selama kehamilan kali ini ia tidak pernah menjalani satu pun pemeriksaan kehamilan di rumah sakit,” ujar Kuzhanthaisamy dikutip dari laman Etvbharat.

Kuzhanthaisamy mengatakan bahwa dirinya bersama anggota keluarga lainnya sebenarnya telah berulang kali membujuk Sasikala untuk memeriksakan kondisi kehamilannya ke rumah sakit.

Namun, Sasikala tetap bersikeras menolak bertemu dokter ataupun bidan dengan alasan trauma dengan kelahiran anak pertamanya. Sasikala lebih memilih mempersiapkan persalinan secara mandiri dengan mempelajari berbagai video persalinan alami yang tersedia di YouTube.

Keputusan tersebut akhirnya membuat proses persalinan berlangsung tanpa pendampingan tenaga medis maupun fasilitas kesehatan yang memadai.

Kronologi melahirkan anak kedua di rumah

Pada malam 23 Juni, Sasikala mulai merasakan kontraksi persalinan. Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 05.42 pagi tanggal 24 Juni, Sasikala berhasil melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan, anak keduanya.

Awalnya proses persalinan berlangsung lancar hingga bayi lahir dengan selamat. Namun kebahagiaan keluarga tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah melahirkan, Sasikala mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya tidak sadarkan diri (koma).

Ibu dua anak ini kemudian segera dilarikan ke rumah sakit Pendidikan Kedokteran Pemerintah Perundurai lalu dirujuk ke Rumah Sakit Swasta Royal Care di Coimbatore untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. 

Namun nyawanya tak tertolong,  Sasikala yang dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) meninggal dunia sekitar pukul 10.00 pagi pada Minggu 28 Juni 2026.

Hasil penyelidikan kepolisian 

Saat Sasikala masih menjalani perawatan, Petugas Medis Regional Kunnathur, Nithiya, melaporkan kasus tersebut ke Kantor Polisi Uthukuli. Dalam laporannya disebutkan bahwa kondisi Sasikala sangat kritis setelah melahirkan di rumah dengan mengikuti panduan dari video YouTube.

Polisi kemudian mendaftarkan laporan tersebut dan melakukan penyelidikan intensif bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Setelah korban meninggal, polisi mengubah status perkara menjadi penyelidikan kematian dan kini tengah memeriksa secara menyeluruh semua pihak yang terlibat dalam proses persalinan panduan YouTube berakhir tragis tersebut. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.