Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Jage Telok Buaya, Permainan Tradisional dari Kalimantan Barat yang Meniru Kebiasaan Buaya

Jage Telok Buaya, Permainan Tradisional dari Kalimantan Barat yang Meniru Kebiasaan Buaya

jage-telok-buaya,-permainan-tradisional-dari-kalimantan-barat-yang-meniru-kebiasaan-buaya
Jage Telok Buaya, Permainan Tradisional dari Kalimantan Barat yang Meniru Kebiasaan Buaya
service

Jage Telok Buaya, Permainan Tradisional dari Kalimantan Barat | Pexels/Karolina Grabowska www.kaboompics.com


Tahukah Kawan, ada sebuah permainan tradisional dari Kalimantan Barat yang dulunya tercipta dari kebiasaan buaya saat menjaga telurnya. Permainan tradisional ini bernama jage telok buaya.

Permainan tradisional ini sering kali menjadi sarana hiburan bagi anak-anak di sela waktu luang. Permainan tradisional yang banyak menggunakan aktivitas fisik ini umumnya dijumpai di daerah pesisir yang ada di Kalimantan Selatan.

Meskipun bernama jage telok buaya, permainan ini sebenarnya tidak seberbahaya namanya. Apalagi tidak ada buaya yang benar-benar digunakan dalam permainan ini.

Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar permainan tradisional dari Kalimantan Barat tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Jage Telok Buaya, Permainan Tradisional dari Kalimantan Barat

Seperti yang sudah disinggung pada bagian awal, permainan jage telok buaya terinspirasi dari kebiasaan buaya ketika menjaga telur-telurnya. Dinukil dari Lisyawati Nurcahyani, dkk., yang berjudul Permainan Tradisional Masyarakat Pesisir di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, buaya menjadi salah satu satwa yang umum dijumpai di daerah pesisir.

Ketika bertelur, induk buaya biasanya akan menjaga telurnya dengan baik. Jika ada orang yang mengambil telur-telur itu secara serampangan, maka bahaya dari induk buaya bisa saja dialaminya.

Penggambaran induk buaya dalam menjaga telur inilah yang kemudian digambarkan dalam permainan tradisional tersebut. Sebab dalam proses bermain, akan ada salah seorang pemain yang seolah-olah menjadi induk buaya dan menjaga telur-telurnya.

Alat yang Digunakan untuk Bermain

Terdapat tiga alat utama yang digunakan dalam permainan tradisional jage telok buaya, yakni buah pinang, kayu, dan pelepah pisang atau tali. Sebelum bermain, para pemain mesti mengumpulkan buah pinang dalam jumlah tertentu terlebih dahulu.

Buah pinang ini disimbolkan sebagai telur yang mesti dijaga oleh pemain yang menjadi induk buaya nantinya. Sementara itu, kayu yang dipersiapkan dalam permainan ini nantinya akan digunakan sebagai sarang buaya.

Kayu yang digunakan mesti kuat dan bisa menancap di tanah. Hal ini bertujuan agar kayu tersebut tidak mudah patah ketika proses bermain nantinya.

Terakhir, alat yang digunakan dalam permainan jage telok buaya adalah pelepah pisang. Alat ini juga bisa digantikan dengan tali rafia atau sejenisnya.

Tali ini digunakan untuk mengikat pemain yang menjadi induk buaya dengan kayu yang menjadi sarangnya. Hal ini bertujuan untuk membatasi ruang gerak pemain tersebut dalam menjaga telur-telurnya.

Proses Bermain

Untuk bermain jage telok buaya, dibutuhkan beberapa orang anak untuk menjadi pemainnya. Ketika semua pemain sudah berkumpul, maka mereka bisa melakukan undian untuk menentukan siapa yang akan menjadi induk buaya.

Semua alat yang sudah dipersiapkan kemudian ditata sedemikian rupa. Kayu yang digunakan sebagai sarang bisa ditancapkan dan buah pinang diposisikan di bawahnya.

Setelah itu, pemain yang menjadi induk buaya bisa mengikatkan bagian tubuhnya dengan tali. Ujung tali lainnya kemudian diikatkan ke kayu yang menjadi sarang.

Dengan demikian, induk buaya hanya memiliki ruang gerak sepanjang tali tersebut saja. Pemain ini mesti menjaga telur-telur tersebut sebaik mungkin.

Di sisi lain, pemain lainnya akan bertugas untuk mengambil telur buaya. Jika salah seorang dari mereka berhasil ditangkap, maka dia akan menjadi induk buaya pada giliran berikutnya.

Namun jika induk buaya gagal menangkap dan melindungi telurnya, maka proses bermain kembali diulang dari awal. Proses ini akan terus berlangsung selama tiga putaran

Jika selama tiga putaran induk buaya masih gagal melindungi telurnya, maka pemain yang mengambil telur paling sedikit akan bergantian berjaga pada giliran berikutnya. Nantinya permainan ini akan berakhir ketika semua pemain sudah kelelahan dan sepakat untuk mengakhirinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.