Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Satwa Terancam Punah Ini Dijuluki “Monyet Belanda”, Padahal Hidupnya di Hutan Mangrove Kalimantan

Satwa Terancam Punah Ini Dijuluki “Monyet Belanda”, Padahal Hidupnya di Hutan Mangrove Kalimantan

satwa-terancam-punah-ini-dijuluki-“monyet-belanda”,-padahal-hidupnya-di-hutan-mangrove-kalimantan
Satwa Terancam Punah Ini Dijuluki “Monyet Belanda”, Padahal Hidupnya di Hutan Mangrove Kalimantan
service

Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Pulau Kalimantan yang mudah dikenali dari hidungnya yang panjang dan besar, terutama pada jantan dewasa. Ciri fisik inilah yang membuatnya populer dengan julukan “Monyet Belanda”. Sebutan tersebut berkembang sejak masa kolonial karena hidung besar dan wajah kemerahan bekantan dianggap menyerupai gambaran orang Belanda pada masa itu. Julukan ini bukan nama ilmiah, melainkan sebutan yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan. Hidung besar bukan sekadar penanda penampilan. Pada bekantan jantan, hidung yang menggantung hingga menutupi sebagian mulut diduga membantu memperkuat suara panggilan sekaligus menarik perhatian betina. Ukuran tubuh jantan juga jauh lebih besar dibandingkan betina. Wajah bekantan tidak ditutupi rambut, sedangkan warna tubuhnya terlihat mencolok: bagian punggung berwarna cokelat kemerahan, sementara perut dan anggota tubuhnya putih keabu-abuan. Ekornya pun sangat panjang, hampir sama dengan panjang tubuhnya. Keunikan lain bekantan terlihat pada bentuk perutnya yang buncit. Bekantan memiliki sistem pencernaan khusus dengan lambung beruang yang membantu memfermentasi daun dan bahan tumbuhan berserat. Makanannya sebagian besar berupa daun, buah, bunga, kulit pohon, serta sesekali serangga dan kepiting. Mereka cenderung memilih tumbuhan dengan kandungan serat kasar dan protein yang tinggi. Meski terlihat tambun, bekantan merupakan pemanjat pohon sekaligus perenang yang tangguh. Jari-jari kakinya memiliki selaput yang membantu mereka berenang dan menyeberangi sungai, bahkan terkadang dengan melompat langsung dari pohon ke air. Bekantan hidup dalam kelompok sosial yang unik. Ada kelompok yang terdiri atas seekor jantan dewasa dengan beberapa betina dan anak-anaknya, serta kelompok yang seluruh anggotanya merupakan jantan. Mereka lebih banyak beraktivitas di atas tajuk pohon dan sering memilih…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.