Mubadalah.id – HIV dapat kita temukan di berbagai belahan dunia. Tetapi penyebarannya cenderung lebih tinggi di wilayah yang mengalami kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, serta layanan kesehatan yang kurang memadai.
Kondisi seperti kelaparan, konflik, peperangan, maupun tingginya angka pengangguran dapat memaksa banyak orang meninggalkan keluarga untuk bekerja atau mengungsi.
Dalam situasi tersebut, risiko terjadinya hubungan seksual yang tidak aman dengan pasangan baru dapat meningkat sehingga penularan HIV menjadi lebih mudah terjadi.
Dampak kondisi tersebut seringkali lebih berat perempuan rasakan. Di banyak tempat, perempuan yang hidup dalam kemiskinan memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan.
Selain itu, norma sosial maupun budaya tertentu dapat membatasi kemampuan perempuan untuk mengambil keputusan mengenai kesehatan reproduksi dan kehidupan seksualnya sendiri.
Apa itu HIV?
HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan penyakit. HIV menyerang sistem pertahanan tersebut sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi menjadi semakin lemah. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami berbagai penyakit.
Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Sindrom Penurunan Kekebalan Tubuh Didapat. AIDS bukanlah virus, melainkan kumpulan gejala atau stadium lanjut dari infeksi HIV ketika sistem kekebalan tubuh telah mengalami kerusakan berat.
Tidak semua orang dengan HIV langsung mengalami AIDS. Dengan pengobatan antiretroviral (ARV) yang teratur, orang dengan HIV dapat hidup sehat selama bertahun-tahun dan mencegah infeksi berkembang menjadi AIDS. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 370.




Comments are closed.