Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Power Emiten Konglomerat di Balik Rekor IHSG: OJK Bilang Begini

Power Emiten Konglomerat di Balik Rekor IHSG: OJK Bilang Begini

power-emiten-konglomerat-di-balik-rekor-ihsg:-ojk-bilang-begini
Power Emiten Konglomerat di Balik Rekor IHSG: OJK Bilang Begini
service

KABARBURSA.COM – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan disebut dipengaruhi aksi konglomerat sebaiknya tidak disimpulkan secara general.

Menurutnya, setiap kelompok usaha dan sektor industri memiliki dinamika tersendiri yang tidak bisa disamaratakan.

“Saya melihatnya bahwa dinamikanya masing-masing kelompok dan sektor memiliki faktor yang mempengaruhi yang tidak persis sama satu dengan lainnya,” ujar Mahendra di Gedung Bursa Indonesia, Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.

IHSG akhir-akhir ini berada di level tertinggi dengan fluktuasi 8.000-an. Namun, di tengah menghijaunya indeks, saham-saham perbankan malah tergolong lesu.

“Ada yang lebih dipengaruhi faktor global, ada pula yang lebih terpengaruh kondisi domestik maupun sektor tertentu seperti keuangan, energi, atau sektor riil,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa perbedaan karakteristik antar sektor maupun emiten merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sehat, selama dijalankan dengan tata kelola yang baik dan transparan. OJK, kata Mahendra, terus mendorong peningkatan tata kelola dan kredibilitas pelaku pasar agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Kami  ingin terus memperbaiki governance, transparansi, dan kredibilitas dari keseluruhan kinerja di masa korektif. Kalau ini berlaku menyeluruh, saya rasa tidak ada masalah,” tambahnya.

Mahendra juga menekankan pentingnya memperluas akses kepemilikan saham bagi masyarakat, terutama investor ritel dan generasi muda. Ia menyebut langkah ini penting untuk memperkuat basis kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Mahendra, OJK tidak melihat adanya kontradiksi antara peran konglomerat dengan kebutuhan memperkuat partisipasi publik di pasar modal. Keduanya justru saling melengkapi dalam membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Tidak perlu didikotomikan antara satu dan lainnya, karena memang ada dinamika yang berjalan. Yang penting, kepercayaan terhadap pasar dan pelaku usaha harus terus diperkuat,” ujarnya Mahendra.

Dari sisi perdagangan pada 9 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB sejumlah saham emiten besar mencatat pergerakan bervariasi. Saham CBRE Cakra Buana Resources Energi memerah pada level 1.755 turun 45 poin atau 2,50 persen. 

Sementara itu, saham konglomerat CDIA Chandra Daya Investasi Tbk menguat ke posisi 2.200 naik 80 poin atau 3,77 persen. Saham CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk juga naik ke 2.320 dengan penguatan 80 poin atau 3,57 persen.

Di sektor perbankan, saham BBCA Bank Central Asia Tbk melemah ke 7.350 turun 25 poin atau 0,34 persen. Saham BBRI Bank Rakyat Indonesia turun ke 3.650 turun 70 poin atau 1,88 persen. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk berada di 4.210 melemah 40 poin atau 0,94 persen. BBNI Bank Negara Indonesia berada di 3.890 turun 50 poin atau 1,27 persen.

BRIS Bank Syariah Indonesia stagnan di 2.590 atau 0,00 persen. Saham BBTN Bank Tabungan Negara melemah ke 1.165 turun 15 poin atau 1,27 persen. Saham ARTO Bank Jago menguat tipis ke 2.090 naik 10 poin atau 0,48 persen. BNGA Bank CIMB Niaga melemah ke 1.695 turun 10 poin atau 0,59 persen. BTPS Bank BTPN Syariah turun ke 1.370 turun 10 poin atau 0,72 persen. Sedangkan AGRO Bank Raya Indonesia Tbk menguat ke 240 naik 4 poin atau 1,69 persen.

Hingga saat ini, IHSG masih bergerak di kisaran 8.198  dengan nilai transaksi harian rata-rata di atas Rp10 triliun. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.