Thu,23 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Konselor, dari Merawat Diri Menuju Merawat Sesama

Konselor, dari Merawat Diri Menuju Merawat Sesama

konselor,-dari-merawat-diri-menuju-merawat-sesama
Konselor, dari Merawat Diri Menuju Merawat Sesama
service

Mubadalah.id –  Minggu kedua Studi Praksis Sosial (SPS), tepatnya pada 19–20 Juni 2026, Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKMA) Universitas Wiralodra Indramayu menyelenggarakan kegiatan konselor sebaya. Sebanyak 17 peserta dan 23 panitia mengikuti kegiatan ini.

Saya dan seorang teman turut berpartisipasi atas ajakan Kak Vevi, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kompetensi dasar dalam konseling sekaligus memperdalam pemahaman tentang urgensi kesehatan mental. Melaksanakan kegiatan  melalui sesi refleksi diri, diskusi interaktif, dan penyampaian materi mengenai kesehatan mental.

Di sesi pertama, kak Vevi menanyakan kondisi cuaca hati para peserta, dengan menunjukan gambar matahari yang artinya sedang bersemangat, gambar berawan yang artinya  masih banyak fikiran, gambar hujan gerimis yang artinya sedang sedih atau lelah, gambar berangin yang artinya banyak aktivitas yang harus di selesaikan, dan  gambar Pelangi yang artinya merasa bersyukur meskipun ada tantangan. Jawaban peserta pun beragam.

Pada sesi berikutnya, para peserta menggambar sesuatu yang menggambarkan diri mereka sendiri dan memaparkan makna di balik gambar tersebut. Gambar serta alasan  peserta sangat beragam dan unik unik. Sesi ini kak Vevi mengajak peserta untuk mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Salah satu peserta konselor sebaya mengajugakan sebuah pertanyaan “ apakah benar gangguan mental itu sebagai tanda lemahnya iman, kurang bersyukur, kurang berdzikir dan lain sebagainya?”.

Selanjutnya, Kak Vevi menjelaskan pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, seseorang perlu memastikan kondisi mentalnya sehat sebelum menjadi seorang konselor. Kemampuan mengenali perasaan, mengelola kehidupan, serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain merupakan fondasi penting bagi terbentuknya jiwa yang sehat dan tangguh.

Mengenal Kesehatan Mental

Masih banyak orang orang awam yang menganggap gangguan mental itu tanda lemahnya iman karena kita kurang berdzikir lah, kurang bersyukur lah dan lain sebagainya. Padahal cemas, sedih, takut, dengan perasaan berlebihan merupakan hal yang wajar dan perlu ditangani dengan bijak, sebagai mana fisik kita yang perlu kita jaga kesehatannya.

Dalam ajaran Islam, tujuan utama syariat termasul menjaga kesehatan mental. Menjaganya justru menjadi bagian penting dari perlindungan jiwa atau hifdzun nafs. Perinsip ini tidak hanya menekankan keselamatan fisik, tetapi Seperti, merawat ketenangan batin, kestabilan emosi, dan kesehatan psikis. Maka kita perlu memahami urgensi dari pemeliharaan kesehatan mental ini.

Penerimaan hal hal internal dan eksternal dalam diri kita. di mana seseorang mengamati pikiran dan perasaannya apa adanya, tanpa mencoba menekannya atau bereaksi secara berlebihan merupakan tanda mental kita sehat.

Kak Vevi menceritakan  pengalaman seorang konseling yang tidak menyadari ketika dirinya sendiri menyakiti tubuhnya. Hal tersebut menandakan mental orang tersebut sedang tidak baik baik saja.  Rasa takut, cemas, itu suatu yang normal dialami manusia, namun jika rasa tersebut berlebihan, kita perlu periksa keadaan kita kepada ahlinya.

Menjaga kesehatan mental juga  termasuk hak diri kita terhadap kita, tidak hanya fisik saja yang harus kita jaga kesehatannya.  Kesehatan mental akan mempengaruhi fisik, begitu pun sebaliknya. Kuncinya penerimaan rasa sakit dalam diri kita  itu tanda  mental kita sehat.

Menciptakan Ruang Empati

Seorang konselor memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental. Kehadirannya menciptakan ruang empati dan komunikasi yang terbuka, membantu meringankan beban perasan seseorang.

Namun ada beberapa yang perlu diperhatikan seorang  konselor yaitu membangun kepercayaan , mampu menjaga rahasiaa, memvalidasi perasaan, dan menumbuhkan energi positif. Dan perlunya datasan diri supaya kesehatan mental kita sendiri sebagai konselor aman. Jika seorang  konseling memiliki tanda tanda gangguan mental serius, segera arahkan dia untuk berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater yang sudah professional.

Di akhir sesi Kak Vevi menegaskan bahwa, seorang konselor tugasnya hanya membantu meringankan beban perasan seseorang. Tidak untuk mendiagnosa, atu memberi obat.

Dalam perspektif mubadalah, kesehatan mental dapat kita pahami sebagai hasil dari hubungan yang saling mendukung satu sama lain. Setiap orang memiliki peran untuk menghadirkan dukungan bagi orang lain. Sikap saling mendengar, memahami perasaan, serta memberi perhatian dapat membantu seseorang merasa lebih tenang. Dukungan timbal balik atau mutual support menjadi unsur penting agar seseorang merasa mendapatkan dukungan dalam menghadapi tekanan hidup.

Oleh karena itu mari kita rawat kesehatan mental kita, dan ciptakan ruang yang saling mendukung satu sama lain, supaya hidup yang kita jalani lebih mudah serta menyenangkan. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.