Lari dan jogging menjadi alternatif olah raga yang mudah dan tidak memerlukan banyak biaya. Sama seperti slow jogging, atau lari santai, olah raga ini sedang menjadi tren di masyarakat yang menarik dijalankan.
Tidak jauh berbeda dengan jogging biasa, olahraga ini dilakukan tanpa harus memacu tenaga terlampau besar. Sehingga masih bisa tersenyum, berbicara tanpa terengah-engah, dan bernapas dengan mudah.
Pakar Fisiologi Olahraga UGM, Zainal Muttaqin, menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan jogging. Di antaranya adalah minum yang cukup untuk mencegah tubuh mengalami panas yang berlebih.
“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujarnya, Senin, 3 Agustus, 2026, dikutip dari laman UGM.
Selain minum, kata dia, soal pemakaian sepatu turut diperhatikan. Menurutnya penggunaan sepatu yang layak dan sesuai wajib dilakukan untuk melindungi lutut serta sendi panggul dari dampak benturan
Meskipun olahraga ini terlihat sederhana, kata dia, akan tetapi memiliki beragam manfaat. Dengan slow jogging akan mendorong jantung bekerja lebih kuat dan juga dapat melancarkan aliran darah hingga ke jaringan kulit luar yang dapat mendukung kesehatan kulit.
Zainal menambahkan jika olahraga ini rutin dilakukan dengan durasi lama akan membantu membakar lemak di tubuh. “Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama,” katanya
Selain itu, ia menerangkan jika olah raga ini turut memberi manfaat bagi kesehatan mental. Dengan melakukan gerakan seperti slow jogging, akan mengaktifkan saraf otak ke-10 atau vagus nerve atau wandering nerve yang berfungsi sebagai “kabel kasih sayang” atau compassion.
Menurut dia, saraf ini menyeimbangkan sistem fight or flight dan rest and digest yang membuat seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, tidak mudah marah. Selain itu, dapat terhindar dari depresi jika rutin melakukan gerakan slow jogging dan olahraga lainnya.
Ia menjelaskan manfaat ini juga didapat dari kegiatan olah raga yang dilakukan bersama teman-teman. Hal ini akan membangun co-regulation yang mengatur sistem dalam tubuh. “Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidakgampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih ya, jadi akan semangat,” kata Zainal.
Ia mewajibkan untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan slow jogging. Hal ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh agar distribusi darah lancar dan melenturkan otot guna menghindari kram. Selama melakukan slow jogging juga diperhatikan ritme napasnya.
Ia menyatakan jika terengah-engah, artinya olahraga itu sudah berlebihan dan justru membuat tubuh kelelahan. Oleh karenanya, ia merekomendasikan 30-45 menit untuk sekali latihan dengan frekuensi 3-5 sekali dalam seminggu.
Selain itu, kata dia, perlu diperhatikan pola tidur dan pastikan waktu tidur cukup sebelum melakukan aktivitas fisik agar tubuh siap menerima beban latihan. Terakhir, ia menyarankan kepada pemula untuk tidak memaksakan diri melakukan gerakan berlebih dengan memulai dari durasi pendek, misal 5-10 menit sebelum kemudian terus ditingkatkan.
“Siapapun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step,” katanya.





Comments are closed.