Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Enak Busuk

Enak Busuk

enak-busuk
Enak Busuk
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

Tentu ada yang mengeluh: makanan MBG tidak enak. Enak Busuk Ada seorang ibu yang bercerita anaknya tidak mau makan makanan MBG. Apakah itu berarti semua makanan MBG tidak enak?

Saya teringat saat makan ke restoran yang belum pernah ke situ sebelumnya. Belum tahu masakannya enak atau tidak. Saya coba satu menu. Tidak enak. Saya pun bercerita ke Galuh Banjar: jangan pesan banyak-banyak. Biasanya, kalau satu menu tidak enak, menu lainnya juga tidak akan enak. Pun sebaliknya.

Anda sudah tahu: enak dan tidak enak itu selera. Anda juga sudah tahu: enak itu belum tentu bergizi, bahkan, belum tentu tidak berbahaya bagi kesehatan.

Sering saya memuji satu masakan di awal: makanan ini enak sekali. Setengah jam setelah makan mulailah menyesal: tenggorokan terasa terganggu. Juga lidah. Tingkat terganggunya tidak seberapa tapi saya langsung merasa tidak perlu lagi ke restoran itu. Saya tidak tahu apa penyebab makanan enak yang berujung tidak enak itu. Mungkin karena terlalu banyak menggunakan vetsin?

Soal MBG enak-tidak-enak itu mungkin belum waktunya dibahas. Bukankah masih terlalu banyak persoalan internal BGN yang lebih prioritas untuk diselesaikan? Maka yang saya tulis hari ini jangan dibaca dulu. Simpan saja. Tidak terlalu penting. Bukan prioritas.

Tapi itu penting untuk kita pahami: tidak enak di satu MBG bukan berarti tidak enak semua. Mana yang lebih banyak? Yang enak atau yang tidak enak? 90:10 untuk menang yang enak? 70:30? Atau 30:70? 10:90?

Yang jelas tidak semua MBG tidak enak. Artinya tidak semua investor berhati busuk. Perkiraan saya, berdasar diskusi dengan para investor, yang busuk itu sekitar 10 persen. Sebenarnya tidak banyak. Tapi bukankah ada pepatah nila setitik rusak susu se Malinda? Maka soal busuk dan keracunan sebaiknya jangan pakai persentase.

Prinsip ”kalau satu menu enak, menu lainnya juga enak” bisa dipakai untuk mencarikan jalan keluar ketidakenakan rasa MBG. Caranya: kumpulkan keluhan ”tidak enak”. Lalu petakan per dapur MBG. Jangan-jangan keluhan tidak enak datang dari dapur MBG tertentu. Itu pun jangan langsung diberi sanksi. Adakan survei kecil-kecilan khusus untuk siswa yang dapat makanan dari dapur tersebut. Serahkan hasil survei ke kepala dapur. Barulah kepala dapur menentukan langkah berikutnya. Terserah mau diapakan.

Untuk melakukan tindakan tidak mudah. Kita sudah terbiasa tidak menganut prinsip meritokrasi.

Enak Busuk

Ilustrasi Catatan Dahlan Iskan tentang kualitas rasa MBG.–

Harusnya ”meritokrasi” pun perlu dilakukan di level dapur MGB. Kalau antara kepala dapur dan juru masak terjadi hubungan khusus, tentu sulit bagi kepala dapur untuk melakukan penggantian juru masak. Maka hasil survei itu perlu diserahkan ke atasan kepala dapur: agar dipertanyakan mengapa tidak ada tindakan.

Jangan-jangan lebih berat dari itu: masakan tidak enak lantaran bumbunya dikurangi. Bumbu adalah komponen paling mahal dibanding item lain.

Anda sudah tahu kenapa bumbu dikurangi: untuk menekan biaya. Kenapa biaya perlu ditekan pasti karena anggarannya kurang. Bukankah anggarannya cukup?

Cukup. Kalau tidak ada biaya-biaya lain.

Anda sudah tahu: ada kepala dapur yang ingin cari tambahan penghasilan. Caranya: minta uang tambahan ke pemilik dapur MBG. Permintaan itu bervariasi. Ada yang Rp5 juta/bulan. Sampai ada yang minta dibelikan sepeda motor.

Berarti belum tentu tidak enak itu karena kokinya kurang cocok. Kalau di satu area banyak keluhan MBG-nya tidak enak memang kokinya harus dievaluasi. Tapi kepala dapurnya juga perlu diganti.

Korupsi rupanya tidak hanya terjadi di pucuk BGN tapi juga di akarnya.

Kalau kerusakan akar seperti itu terus meluas nilainya bisa sama dengan 74 kg emas. (Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.