Fri,28 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU

Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU

gus-yusuf-maju-sebagai-caketum-pbnu,-klaim-tak-langgar-ad-art-nu
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
service

Jombang, NU Online

Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan bahwa pencalonannya sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak semestinya terganjal aturan mengenai jeda politik.

Ia menyampaikan bahwa seluruh kader NU memiliki hak yang sama untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan organisasi, mengingat dirinya yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Gus Yusuf menilai bahwa ketentuan mengenai jeda politik bukan bagian dari AD/ART NU, melainkan terdapat dalam Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU.

“Itu kan tadi yang saya sampaikan soal iddah politik, jeda politik itu kan sebenarnya di AD/ART (NU) tidak ada. Itu hanya (di dalam) perkum (peraturan perkumpulan NU). Ya maka semangat kita sekarang kembalikan lagi ke AD-ART,” ucapnya saat ditemui NU Online di Posko Pemenanganya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, aturan internal NU seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kader terbaik untuk mengabdi dan berkontribusi dalam organisasi.

Ia menilai latar belakang kader, baik dari politik, eksekutif, pesantren maupun akademisi, tidak semestinya menjadi alasan pembatasan.

“Jangan ada pasal-pasal yang justru mengkebiri kader-kader kita sendiri. Berikan hak yang sama kepada seluruh kader-kader terbaik NU Baik yang di eksekutif, di politik, di pesantren, akademisi, semua punya hak yang sama untuk memberikan yang terbaik untuk NU. Jangan itu diganjal oleh peraturan-peraturan di luar AD/ART. Itu semangat yang kita munculkan jadi harus diberikan hak yang sama,” tuturnya.

Terkait mekanisme pemilihan ketua umum PBNU, Gus Yusuf menyerahkan keputusan kepada muktamirin. Ia menyebut mekanisme pemilihan melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Saya nanti sekali lagi kembalikan kepada Muktamirin. Artinya, Muktamirin, PC-PC pengen menyampaikan aspirasinya secara langsung, itu kita hargai bahwa itu memang hak dari para ketua-ketua PC,” katanya.

Gus Yusuf menambahkan bahwa sistem Ahwa juga memiliki kelebihan karena keputusan berada di tangan para masyaikh dan kiai yang dinilai lebih berhati-hati. Keputusan berada di tangan para masyakih dan kiai yang dinilai lebih berhati-hati.

“Yang kedua Sistem Ahwa itu juga punya kelebihan karena di tangan para masyaikh, kiai-kiai kita yang lebih berhati-hati. Jadi semua ada kelebihan dan ada kekurangannya masing-masing. Nanti kita kembalikan pada hasil muktamir seperti apa,” ujarnya.

Ia mengaku telah memiliki modal dukungan, tetapi enggan membeberkannya secara rinci.

“Tidak kira-kira itu udah fix, tapi bahaya itu nanti digerpol sama memancing rahasia ini. Yang penting cukup lah untuk modal menang,” katanya.

Gus Yusuf mengungkapkan bahwa persiapan pencalonannya telah dilakukan selama enam bulan. Ia mengklaim sejumlah PCNU sudah jenuh dengan konflik dan membutuhkan figur yang mampu menyatukan kembali kekuatan NU.

“Udah enam bulan kita persiapannya. Karena PC-PC ini sudah jenuh, sudah jenuh terhadap konflik. Mereka butuh figur yang bebas konflik yang bisa menjadi solutif, bisa menyatukan kembali kekuatan NU, itu yang menjadikan kita semangat gitu loh. Yang sini konflik, sani konflik, kita di tengah ini yang akan menyatukan semua kekuatan NU. Semangat, solutif, itu yang menjadikan perekat kita,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.