Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Jangan Buru-buru Menikah dan Memiliki Anak Sebelum Siap

Jangan Buru-buru Menikah dan Memiliki Anak Sebelum Siap

jangan-buru-buru-menikah-dan-memiliki-anak-sebelum-siap
Jangan Buru-buru Menikah dan Memiliki Anak Sebelum Siap
service

Mubadalah.id – Ada sejumlah keputusan penting yang dapat dibicarakan bersama keluarga untuk membuka peluang yang lebih baik bagi masa depan perempuan. Dua di antaranya adalah menentukan waktu yang tepat untuk menikah dan mempertimbangkan kesiapan sebelum memiliki anak.

Pertama, jangan buru-buru menikah sebelum Anda siap. Cobalah bicarakan dengan keluarga agar perkawinan ditunda dulu sampai Anda sudah merasa siap dan menemukan pasangan yang tepat.

Banyak gadis yang mampu menamatkan sekolah dan bekerja dulu sebelum membentuk keluarga sendiri. Dalam selang waktu itu, Anda bisa lebih mengenal diri sendiri dan mengetahui apa yang Anda inginkan.

Kalau Anda menunggu, barangkali malah akan Anda temukan pasangan yang memiliki perasaan yang sama dengan Anda tentang hidup ini.

Kedua, jangan tergesa-gesa memiliki anak. Akan lebih mudah membesarkan anak yang sehat dan bahagia bila Anda menunggu sampai Anda dan pasangan Anda merasa siap membentuk keluarga.

Seandainya sekarang Anda sudah ingin menimang bayi, pikirkan dulu beberapa hal berikut:

Pertama, apakah Anda mampu meneruskan pendidikan?

Kedua, bagaimana memenuhi segala kebutuhan anak, seperti pangan, sandang, papan, dan sebagainya?

Ketiga, siapkah Anda memberikan dukungan emosional yang seorang bayi butuhkan agar tumbuh menjadi anak yang sehat dan bahagia?

Keempat, maukah pasangan Anda membantu mengasuh anak?

Kelima, bagaimana keluarga membantu? []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 78.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.