Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Muktamar NU di Tambakberas: Antara Kembali ke Akar dan Bayang-Bayang Manuver Politik

Muktamar NU di Tambakberas: Antara Kembali ke Akar dan Bayang-Bayang Manuver Politik

muktamar-nu-di-tambakberas:-antara-kembali-ke-akar-dan-bayang-bayang-manuver-politik
Muktamar NU di Tambakberas: Antara Kembali ke Akar dan Bayang-Bayang Manuver Politik
service

Ketetapan rapat internal PBNU memutuskan bahwa Muktamar NU ke-35 akan dilaksanakan di Tambakberas, Jombang, pada akhir Agustus mendatang. Semula, Lirboyo digadang-gadang oleh netizen dari kalangan NU grassroot (akar rumput) sebagai tuan rumah muktamar. Namun, dugaan tersebut ternyata meleset dari apa yang selama ini dibayangkan. Bagi penulis, ada hal yang patut dibanggakan sekaligus hal yang patut diwaspadai dengan ditetapkannya Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai lokasi Muktamar NU ke-35.

Hal yang patut dibanggakan adalah NU telah kembali kepada jati dirinya sebagai organisasi ulama tradisional yang penuh dinamika dan lahir dari kepedulian para kiai pesantren. Selain itu, ketokohan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai ulama, pahlawan nasional, serta salah satu motor penggerak Jam’iyyah Nahdlatul Ulama tidak perlu diragukan lagi.

Menurut Greg Fealy dalam makalahnya yang berjudul “Wahab Chasbullah, Tradisionalisme dan Perkembangan Politik NU”, ia menggambarkan sosok Kiai Wahab sebagai ulama yang penuh inspirasi dan dinamis, yang tampil dengan kepemimpinan tegas di kalangan Muslim tradisionalis pada masa-masa krisis. Ketokohannya dalam menarik massa NU dari Partai Masyumi dan mendorong berdirinya Partai NU sendiri cukup membuat geger kalangan Islam lainnya, terutama dalam upaya membendung arus Nasakom yang digaungkan oleh Bung Karno.

Dengan ditempatkannya Muktamar NU di Tambakberas, sekali lagi hal tersebut meneguhkan asal-usul Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang berangkat dari para kiai pesantren tradisional.

Kemudian, hal yang patut diwaspadai dalam pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas adalah rawannya manuver-manuver politik yang bakal dilancarkan pada saat pemilihan Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Mungkin sebagian dari kita masih mafhum bahwa Muktamar NU ke-34 di Lampung dahulu disponsori oleh salah satu pengusaha ternama yang kala itu disebut-sebut akan maju sebagai calon wakil presiden, meskipun pada akhirnya tidak masuk ke dalam bursa.

Hal serupa juga dikhawatirkan terjadi apabila muktamar dilaksanakan di Tambakberas. Sepanjang yang penulis ketahui mengenai rencana manuver politik menjelang muktamar yang kelak akan dilaksanakan tersebut, terdapat dugaan bahwa para muktamirin sebelum datang ke Tambakberas akan diarahkan terlebih dahulu ke Denanyar dan kemudian diberi pengarahan secara intensif guna memilih salah satu calon Ketua Tanfidziyah yang berasal dari keluarga Pesantren Denanyar.

Hal lain yang cukup mengkhawatirkan adalah rekam jejak ketokohan Kiai Hasib Wahab yang dahulu dikenal paling nyaring dan getol melakukan penggembosan terhadap Gus Dur dalam Muktamar Cipasung tahun 1994 bersama Abu Hasan dan kawan-kawan, dengan slogan andalannya, ABG (Asal Bukan Gus Dur).

Dalam sebuah buku langka karya almarhum Choirul Anam yang berjudul “Membanding Ulah GPK (Gerakan Pengacau Ke-NU-an) Abu Hasan”, dituliskan bahwa Kiai Hasib merupakan salah satu kiai yang paling frontal dan membabi buta dalam “mencaci-maki” Gus Dur. Hal ini didasarkan pada laporan Pak Chusnul Maab, yang kala itu menjabat sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jetis, Mojokerto. Ia secara tidak sengaja kemudian diseret oleh kubu Abu Hasan sebagai salah satu peserta MLB (Muktamar Luar Biasa) KPPNU yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 17 Januari 1996.

Beberapa hari sebelum pelaksanaan MLB, Chusnul Maab diundang oleh kawannya untuk bertemu dengan tiga tokoh pengasuh Pesantren Tambakberas, yaitu Kiai Nasrullah, Kiai Ashari, dan Gus Hasib. Dalam pertemuan tersebut, Chusnul dipesani secara khusus oleh Kiai Ashari agar tidak sampai terprovokasi oleh ajakan Gus Hasib.

Namun, beberapa waktu setelah pertemuan tersebut, Chusnul dihubungi oleh Gus Hasib untuk mendatangkan jamaah NU dalam rangka menyosialisasikan rencana MLB. Dengan menghadirkan anggota PAC Ansor Jetis, Chusnul dibuat terperangah oleh pernyataan Gus Hasib dalam forum tersebut yang berisi kecaman keras terhadap Gus Dur, bahkan disertai berbagai praduga yang menurutnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika acara yang dinantikan itu tiba, Chusnul kembali dibuat merinding tatkala Abu Hasan menyampaikan pidatonya. Menurutnya, baru kali itu ia menyaksikan sebuah forum yang berisi kecaman terhadap Gus Dur sedemikian kerasnya.

Pascaacara tersebut, Chusnul kemudian melakukan rujū‘ ilā al-haqq (kembali kepada jalan yang benar) dengan menyerahkan stempel KPPNU kepada KH. Hasyim Muzadi, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Ia juga menceritakan rangkaian kronologi sebelum dan sesudah peristiwa MLB tersebut kepada pihak PWNU Jawa Timur.

Waba‘du, dari rentetan kisah di atas, kita sebagai kaum Nahdliyyin grassroot turut bangga sekaligus waspada atas berlangsungnya Muktamar NU di Tambakberas ini. Kita hanya dapat berharap agar para muktamirin yang hadir dapat memilih pemimpin baru secara jernih, tanpa embel-embel money politics dan tanpa kepentingan politik tertentu yang mengintervensi proses pemilihan.

Amin, Allahumma amin.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.