Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Hama Wereng Ancam Produksi Padi, BRIN Dorong Petani Terapkan Cara Ini

Hama Wereng Ancam Produksi Padi, BRIN Dorong Petani Terapkan Cara Ini

hama-wereng-ancam-produksi-padi,-brin-dorong-petani-terapkan-cara-ini
Hama Wereng Ancam Produksi Padi, BRIN Dorong Petani Terapkan Cara Ini
service

Hama wereng batang cokelat merupakan salah satu ancaman utama bagi produksi padi di Indonesia. Guna menekan hal ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong petani menerapkan pengendalian hama wereng batang cokelat secara terpadu sebagai upaya menjaga produktivitas padi sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Upaya ini disampaikan peneliti BRIN dalam kegiatan Workshop Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat secara Terpadu yang digelar di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026.

Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Arlyna Budi Pustika, menjelaskan wereng batang cokelat merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang tidak hanya merusak tanaman secara langsung. Tapi juga berperan sebagai vektor penyebar penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

“Serangan hama tersebut dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, daun menguning, layu, hingga mengalami gejala hopperburn atau mati kering sehingga berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan,” jelasnya.

Menurutnya, rata-rata petani kehilangan hasil pertanian akibat serangan OPT mencapai sekitar 30 persen dari potensi hasil, dan kehilangan hasil karena serangan hama berkisar 20–25 persen. Bahkan, serangan wereng batang cokelat pernah mencapai ratusan ribu hektare lahan di Indonesia dengan kehilangan produksi mencapai 1–2 ton gabah per hektare yang berdampak pada kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah.

“Perkembangan wereng batang cokelat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari berkurangnya penerapan konsep pengendalian hama terpadu (PHT), penanaman padi secara terus-menerus, penggunaan pestisida yang tidak tepat, pemilihan varietas yang tidak tepat, hingga menurunnya populasi musuh alami akibat terganggunya keseimbangan ekosistem,” ujar Arlyna.

Selain itu, penggunaan insektisida secara berlebihan justru dapat mempercepat munculnya resistensi pada wereng sehingga efektivitas pengendalian semakin menurun. Di sisi lain, pola tanam yang tidak serempak membuat sumber makanan bagi wereng selalu tersedia sehingga populasinya terus berkembang.

Untuk itu, BRIN mendorong petani menerapkan strategi pengendalian terpadu yang mengombinasikan berbagai pendekatan. Langkah ini meliputi tanam serempak, rotasi tanaman, penggunaan varietas padi tahan wereng, pemantauan populasi secara berkala, pemanfaatan agensia hayati sedini mungkin seperti Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. “Selain itu, penggunaan insektisida kimia hanya sebagai pilihan terakhir ketika populasi hama telah melampaui ambang ekonomi,” katanya.

Ia menekankan, pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan pestisida. Keberhasilan pengendalian wereng sangat ditentukan oleh penerapan strategi secara terpadu. Ini mulai dari kesepakatan tanam serempak, monitoring populasi, pemanfaatan varietas tahan, hingga menjaga keberadaan musuh alami.

Menurut dia, waktu pengendalian menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan. Pemantauan populasi wereng melalui lampu perangkap dan pengamatan langsung di lahan perlu dilakukan secara berkala.

“Tujuannya agar tindakan pengendalian dapat dilakukan sejak awal, sebelum populasi berkembang menjadi generasi berikutnya yang lebih sulit dikendalikan,” katanya.

BRIN juga merekomendasikan penggunaan varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap wereng batang cokelat, seperti Inpari 47 WBC, Inpari Gemah, Inpari 48 Blas, Inpari Digdaya, Inpari 45 Dirgahayu serta beberapa varietas unggul lainnya. Penggunaan varietas tahan wereng tersebut dinilai mampu menekan risiko serangan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.

Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan sosialisasi program pendekteksi wereng Batang Coklat dengan nama ‘Program Komputer Pengidentifikasi Wereng Batang Coklat (YUKE-WBC)’ yang merupakan produk riset tim dan telah didaftarkan sebagai hak cipta.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.