Ringkasan Berita:
- Acara gerak jalan di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, berubah ricuh setelah seorang remaja terkapar dan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anak muda.
- Aksi pengeroyokan yang terekam video dan menyebar luas di media sosial langsung ditangani aparat TNI-Polri. Polsek Mojoagung mempertemukan pihak korban dan terduga pelaku untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
- Polisi menyebut keributan bermula dari aksi seorang pengendara motor yang memancing emosi warga hingga terjadi bentrokan dan pengeroyokan. Seluruh pihak akhirnya membuat kesepakatan damai.
Jombang (beritajatim.com) – Suasana meriah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mendadak berubah menjadi mencekam, Jumat petang (14/8/2026). Di tengah riuhnya acara gerak jalan yang seharusnya menjadi simbol kebersamaan dan semangat kemerdekaan, sebuah insiden kekerasan justru mencoreng jalannya perayaan.
Seorang remaja berinisial AGM terkapar tak berdaya di atas aspal jalan. Tubuhnya dikelilingi sejumlah anak muda yang mengenakan kaus hitam. Namun pemandangan yang terjadi bukan pertolongan.
Dalam rekaman video yang kemudian viral di media sosial, korban terlihat masih menjadi sasaran amukan massa. Tendangan dan pukulan terus dilayangkan ketika korban sudah berada dalam kondisi tidak berdaya.
Beruntung, aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi segera bertindak. Petugas langsung membubarkan kerumunan dan menghentikan aksi pengeroyokan yang terjadi saat rangkaian akhir acara gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI tersebut.
Video penganiayaan itu pun menyebar luas melalui media sosial. Banyak warga menyayangkan kejadian tersebut karena sebuah momentum yang seharusnya menjadi ajang mempererat persatuan justru berakhir dengan aksi kekerasan. Semangat kemerdekaan yang identik dengan perjuangan dan kebersamaan seakan ternoda oleh tindakan pengeroyokan.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah kejadian, pihaknya segera melakukan penanganan dengan memanggil seluruh pihak yang terlibat untuk dimintai klarifikasi.
“Kita sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat ke Polsek Mojoagung untuk klarifikasi. Mereka datang didampingi keluarga, perangkat desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Semua pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum,” ujar Kompol Yogas, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa bermula ketika seseorang dari pihak ketiga datang menggunakan sepeda motor sambil menggeber kendaraannya. Aksi tersebut diduga memancing emosi peserta gerak jalan dan warga sekitar hingga terjadi perselisihan.
Dalam situasi yang memanas, pihak ketiga yang berusaha menyelamatkan diri kemudian memecahkan kaca jendela milik MF (23), warga setempat. Kerusakan tersebut membuat emosi sejumlah warga dan peserta gerak jalan meningkat hingga akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap pihak ketiga yang diketahui sebagai AGM.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, piket Reskrim Polsek Mojoagung bergerak pada Jumat sekitar pukul 17.00 WIB, setelah menerima informasi dugaan pengeroyokan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di lokasi acara gerak jalan.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menghadirkan seluruh pihak yang berkaitan. Mereka di antaranya MF sebagai pemilik kaca yang rusak, GS (22) bersama beberapa warga lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan, serta AGM sebagai korban.
Pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB, seluruh pihak yang terlibat akhirnya bertemu di ruang Unit Reskrim Polsek Mojoagung. Dengan pendampingan keluarga, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, mereka sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai.
“Masing-masing pihak mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Kesepakatan damai kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama di atas materai,” pungkas Kapolsek Mojoagung. [suf]





Comments are closed.