Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Geger Dugaan Pelecehan Seksual Pakai AI di Kampus Surabaya Timur

Geger Dugaan Pelecehan Seksual Pakai AI di Kampus Surabaya Timur

geger-dugaan-pelecehan-seksual-pakai-ai-di-kampus-surabaya-timur
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Pakai AI di Kampus Surabaya Timur
service

Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan pelecehan seksual berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) terjadi di salah satu kampus di Surabaya Timur. Foto seorang mahasiswi dimanipulasi menjadi konten tidak senonoh.

Kasus ini viral dan menjadi perbincangan di platform media sosial. Beredar kabar bahwa tindakan tidak pantas tersebut diduga kuat sudah terjadi berulang kali.

Merespon ini, kampus telah menurunkan tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk melakukan investigasi.

“Sementara ini pihak kampus masih mencari dan menyelidiki bukti-bukti lebih lanjut,” kata Humas kampus UPN, Nizwan, Sabtu (15/8/2026).

Nizwan menjelaskan, tim internal tengah menelusuri berbagai temuan awal. Mereka juga berencana meminta keterangan langsung dari mahasiswi yang menjadi korban maupun pihak terduga pelaku.

“Intinya kampus sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait perihal hal ini, jadi ada nanti tim Satgas PPKS dan juga unsur pimpinan fakultas sedang mengumpulkan bukti-bukti,” ujarnya.

Pengumpulan fakta dan penyusunan kronologi pasti memakan waktu beberapa hari ke depan. Libur akhir pekan membuat proses pemanggilan pihak terkait baru bisa berjalan optimal pada awal pekan.

“Karena ini Sabtu, Minggu, paling baru kita kumpulkan si orangnya, terus korban-korbannya kita kumpulkan mungkin Senin,” tambah Nizwan.

Setelah seluruh temuan tervalidasi, pihak kampus berjanji akan membuka hasil investigasi ini kepada publik. Langkah selanjutnya akan segera diambil berpedoman pada ketentuan akademik yang berlaku.

“Jadi, masih belum ada keterangan resminya. Ya mungkin Senin atau Selasa nanti ada keterangan resminya,” pungkasnya. [ipl/ted]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.