Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Lulusan UMM Dicari Perusahaan Australia, Ada yang Jadi Young Staff Manager di Peternakan Australia

Lulusan UMM Dicari Perusahaan Australia, Ada yang Jadi Young Staff Manager di Peternakan Australia

lulusan-umm-dicari-perusahaan-australia,-ada-yang-jadi-young-staff-manager-di-peternakan-australia
Lulusan UMM Dicari Perusahaan Australia, Ada yang Jadi Young Staff Manager di Peternakan Australia
service

15 Agustus 2026 20.00 WIB • 2 menit

Luthfin Abidah, alumnus UMM yang kini bekerja di perusahaan peternakan sapi di Australia


Pandemi Covid-19 sempat mengacaukan rencana karier Luthfin Abidah di luar negeri. Akan tetapi toh ia tidak menyerah. Sekarang malah ia jadi Young Staff Manager di salah satu perusahaan peternakan sapi berskala besar di Australia. Sebuah posisi yang tak banyak diraih lulusan perguruan tinggi Indonesia, apalagi di industri peternakan negeri kanguru yang dikenal sangat ketat standarnya.

Luthfin adalah alumnus Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016. Kala itu, ia sudah menyusun rencana untuk menjadi perantau di negara lain. Sayang seribu sayang, pandemi meruntuhkan banyak mimpi, termasuk Luthfin.

Ia pun tak berdiam diri. Sembari kembali menyusun rencana sekaligus menanti peluang baru, Luthfin memilih membantu mengelola usaha peternakan sapi perah milik keluarganya sendiri.

Untungnya, peluang itu benar-benar datang. Hasil wawancaranya dengan salah satu media di Australia rupanya menarik perhatian perusahaan peternakan tempatnya bekerja sekarang.

“Setelah rencana karier sempat tertunda karena pandemi, hasil wawancara saya dengan media Australia justru memancing perhatian perusahaan peternakan. Mereka kemudian langsung menghubungi dan merekrut saya untuk menangani berbagai operasional mulai dari merawat anak sapi hingga mengoperasikan alat pertanian modern,” kenang Luthfin, Rabu (29/7/2026), sebagaimana dikutip dari laman UMM.

Berawal dari Magang 10 Minggu di Australia

Bisa sampai dicari perusahaan, Luthfin jelas bukan tipikal orang yang minim pengalaman. Semasa mahasiswa, ia mengikuti NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP), program magang dan pertukaran yang diselenggarakan Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA).

Selama sepuluh pekan, ia ditempa langsung di lapangan dengan pelatihan intensif seputar praktik peternakan sapi potong modern, sekaligus penerapan standar animal welfare atau kesejahteraan hewan.

Kawan, animal welfare adalah standar perlakuan terhadap hewan ternak, mulai dari pakan, kandang, kesehatan, hingga cara penanganan agar hewan tidak stres. Di Australia, standar ini adalah syarat mutlak karena berkaitan langsung dengan kualitas daging sapi yang mereka ekspor ke banyak negara.

“Dulu saya pernah ikut program magang NIAPP ke Australia. Selama sepuluh minggu, perwakilan mahasiswa UMM ditraining intensif secara langsung seputar praktik beternak sapi potong modern serta penerapan animal welfare secara tepat,” jelas Luthfin.

Program magang ini juga tidak sekadar memberi pengalaman. Luthfin pulang membawa sertifikat kompetensi setara Diploma 1 bidang Agriculture, lengkap dengan keterampilan dasar peternakan yang matang.

“Melalui program itu saya mendapat semacam sertifikat diploma, setara dengan sertifikat D1 Agriculture. Saya juga diajarkan seluruh kemampuan basic peternakan. Makanya, ketika saya mendaftar kerja di sini, skill peternak saya sudah terbentuk matang dan kompetensi itulah yang dilihat oleh perusahaan,” ungkapnya.

Modal dari Organisasi Kampus yang Sering Diremehkan

Selain kemampuan teknis, ada satu hal lagi yang menurut Luthfin ikut membentuk kariernya, yakni pengalaman berorganisasi selama kuliah.

Ia aktif sebagai asisten laboratorium, pengurus himpunan mahasiswa, sekaligus mengikuti program Learning Express (LEx) yang berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic.

“Masa-masa kuliah di UMM sangat berdampak besar bagi mental kerja saya. Aktif berorganisasi dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari Singapore Polytechnic membuat saya terbiasa beradaptasi dan bekerja sama dalam lingkungan profesional yang beragam,” tegasnya.

Pengalaman lintas budaya ini rupanya bisa jadi bekal yang sangat dibutuhkan saat bekerja di lingkungan multinasional. Kemampuan teknis saja ternyata tidak cukup tanpa kesiapan mental untuk beradaptasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.