Mubadalah.id – Rasa mengantuk juga menjadi salah satu perubahan yang dapat dialami ibu hamil. Beberapa ibu bahkan merasa mengantuk hampir setiap hari.
Kondisi tersebut paling umum terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Bagi ibu hamil, rasa mengantuk merupakan hal yang normal dan dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Karena itu, ibu tidak perlu memaksakan diri untuk terus beraktivitas ketika tubuh membutuhkan istirahat. Kesempatan untuk beristirahat dapat membantu tubuh menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan.
Namun, rasa mengantuk yang disertai kelemahan perlu diperhatikan. Kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan masalah lain, seperti rasa sakit, depresi (lihat halaman 340), atau anemia (lihat halaman 148).
Sulit Tidur Selama Kehamilan
Selain lebih mudah mengantuk, sebagian ibu hamil justru mengalami kesulitan tidur. Rasa tidak nyaman pada tubuh maupun kegelisahan dapat membuat ibu sulit mendapatkan tidur yang cukup.
Beberapa cara sederhana dapat dicoba untuk membantu ibu tidur lebih nyaman. Salah satunya dengan tidur dalam posisi miring dan menempatkan bantal, selimut yang ia lipat, daun pisang, atau bantalan lain di antara kedua kaki serta di bagian punggung bawah.
Pijatan juga dapat membantu ibu merasa lebih rileks dan nyaman sebelum tidur. Selain itu, minuman seperti teh herbal atau jamu yang dapat membantu membuat ibu tidur juga dapat ia gunakan.
Kondisi emosional di dalam rumah juga tidak dapat ia abaikan. Pertengkaran, kecemasan, dan ketidakbahagiaan yang ibu bersama keluarga alami dapat membuat ibu semakin sulit tidur.
Karena itu, jika memungkinkan, pertengkaran dalam keluarga sebaiknya ia hindari menjelang waktu tidur. Lingkungan yang lebih tenang dan nyaman dapat membantu ibu mendapatkan waktu istirahat yang lebih baik selama menjalani kehamilan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 94.





Comments are closed.