Jakarta, Arina.id — Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Sabtu (22/8/2026) menunjukkan kondisi cuaca yang beragam di sejumlah kota besar Indonesia. Beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan ringan, sementara kota lainnya diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
Prakirawan BMKG Miftah Ali menyampaikan, kondisi atmosfer saat ini turut memengaruhi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara. Sedangkan untuk potensi hujan sedang hingga lebat berada di beberapa wilayah yang berwarna kuning,” ujar Miftah Ali dalam tayangan informasi cuaca BMKG diunggah Jumat (21/8/2026).
Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG mewaspadai potensi hujan ringan di Medan, Padang, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkalpinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Samarinda diprakirakan mengalami kondisi cerah hingga berawan tebal.
BMKG juga mencatat potensi asap atau kabut di Bengkulu dan Pontianak. Adapun kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
Beralih ke wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan berpotensi mengguyur Mamuju dan Jayapura.
Sementara itu, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke.
Untuk kondisi lainnya, BMKG memprakirakan potensi asap atau kabut di Mataram dan Jayawijaya. Sedangkan Palu dan Nabire berpotensi mengalami udara kabur.
Dinamika Atmosfer Pengaruhi Cuaca
Miftah menjelaskan, variasi cuaca tersebut tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang sedang berkembang di wilayah Indonesia.
Daerah tekanan rendah diprakirakan berada di Samudra Pasifik Utara Papua. Sistem tersebut menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Pasifik Utara Papua hingga Maluku Utara.
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Selat Makassar yang menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Teluk Buni, serta wilayah di sekitar sirkulasi siklonik.
Daerah konvergensi lainnya juga diprakirakan terbentuk dari Samudra Hindia Barat hingga Sumatera Utara dan pesisir timur Aceh, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Laut Cina Selatan, pesisir utara Jawa Barat hingga Lampung, Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, sebagian besar Kalimantan, Laut Sulu, hingga Papua.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut,” kata Miftah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah dengan potensi hujan maupun kondisi cuaca yang dapat mengurangi jarak pandang.



Comments are closed.