Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Jaringan Gusdurian Agendakan Festival Jagat 2026 di Jombang, Angkat Isu Agama dan Keadilan Ekologi

Jaringan Gusdurian Agendakan Festival Jagat 2026 di Jombang, Angkat Isu Agama dan Keadilan Ekologi

jaringan-gusdurian-agendakan-festival-jagat-2026-di-jombang,-angkat-isu-agama-dan-keadilan-ekologi
Jaringan Gusdurian Agendakan Festival Jagat 2026 di Jombang, Angkat Isu Agama dan Keadilan Ekologi
service

Jombang, Arina.idJaringan Gusdurian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) di Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu-Minggu (29-30/8/2026).

Festival tersebut mengangkat tema “Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan.” Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas agama, akademisi, aktivis, dan masyarakat untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan serta mendorong keadilan ekologis.

Festival Jagat digelar di tengah meningkatnya ancaman terhadap lingkungan akibat aktivitas ekstraktif dan pembangunan berskala besar. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan semakin terdesaknya wilayah adat dan ruang hidup masyarakat oleh berbagai proyek pembangunan dan konsesi pertambangan.

Melalui festival ini, Jaringan Gusdurian mendorong nilai-nilai keagamaan menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan. Agama dipandang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan alam.

Selain mempertemukan berbagai kelompok yang bergerak di bidang lingkungan, Festival Jagat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik pelestarian ekologi di tingkat akar rumput. Forum tersebut juga diarahkan untuk merumuskan Risalah Gerakan Lintas Iman sebagai komitmen bersama dalam mengadvokasi keadilan ekologis secara berkelanjutan.

Forum Keadilan Ekologi
Rangkaian Festival Jagat dimulai Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, sambutan Pengasuh Pesantren Khoiriyah Hasyim dan Koordinator SekNas Jaringan Gusdurian Jay Akhmad.

Pembukaan dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk “Agama dan Keadilan Ekologi” yang disampaikan Alissa Wahid.

Agenda utama kemudian dilanjutkan melalui Forum Lingkar Jagat atau Majelis Keadilan Ekologi dalam tiga sesi.

Sesi pertama, pukul 10.00-12.00 WIB, mengangkat tema “Tobat Ekologi: Tanggung Jawab Agama terhadap Krisis Ekologi.” Forum ini menghadirkan Lukman Hakim Saefudin dari Gerakan Nurani Bangsa, Zainal Abidin Bagir dari IRS UGM/ICRS, Hening Parlan dari Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah, serta Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya.

Sesi kedua berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB dengan tema “Merawat Bumi dari Akar Rumput.” Narasumber yang dijadwalkan hadir yakni Inaya Wahid dari Board Greenpeace dan GUSDURian Peduli, Prigi Arisandi selaku pendiri ECOTON, Tri Mumpuni selaku Ketua Yayasan IBEKA dan Dewan Pengarah BRIN, serta Bambang Tri Daxoko dari RMI-Indonesian Institute for Forest and Environment.

Sementara itu, sesi ketiga pada pukul 15.30-17.00 WIB difokuskan pada Perumusan Risalah Jagat. Forum ini dipandu Zaimatus Sa’diyah dari UIN Walisongo Semarang, Eko Cahyono dari Sayogjo Institute, Roy Murtadho dari Ponpes Misykat Al-Anwar Bogor, dan Dewi Anggraeni dari UIN Gus Dur Pekalongan.

Selain forum diskusi, Festival Jagat juga menghadirkan Fun Games Jagat untuk santri dan pelajar. Kegiatan tersebut mengenalkan isu ekologi melalui berbagai permainan edukatif, seperti Puzzle Ekologi, Ular Tangga Ekologi, Kartu Sampah Organik dan Anorganik, hingga permainan bertema mangrove.

Pada Sabtu malam, Panggung Jagat akan menghadirkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya. Rangkaian kegiatan meliputi penampilan musik Klenteng Gudho, pemutaran film dokumenter Mata Air yang Hilang di Wonosalam, Jombang, pertunjukan Banjari Pesantren Seblak, Tari Abu Semeru, musikalisasi puisi, komedi tunggal, dan pertunjukan musik.

Pelatihan Pengelolaan Sampah
Pada hari kedua, Minggu (30/8/2026), kegiatan Festival Jagat berfokus pada edukasi lingkungan dan aksi sosial.

Kelas Belajar (Ekologi) Jagat akan menghadirkan pelatihan pengelolaan sampah di pesantren, sekolah, dan rumah ibadah. Materi yang diberikan mencakup pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pengelolaan bank sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, maggot, dan kompos, serta pengolahan kopi.

Pada waktu yang sama, Gusdurian Peduli menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian Festival Jagat 2026 akan ditutup dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Minggu sore.

Kegiatan tersebut akan diisi tahlil bersama, sambutan Koordinator SekNas Jaringan GUSDURian Jay Akhmad, testimoni tentang Gus Dur oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, nasihat dari Ibu Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Doa Lintas Iman, dan tabur bunga.

Festival Jagat 2026 berpusat di Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, dan Pesantren Tebuireng. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pendaftaran melalui s.id/festivaljagat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.