Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tabu Edisi 12 Bahas Pemikiran Tan Malaka, Dorong Generasi Muda Banjar Berpikir Kritis

Tabu Edisi 12 Bahas Pemikiran Tan Malaka, Dorong Generasi Muda Banjar Berpikir Kritis

tabu-edisi-12-bahas-pemikiran-tan-malaka,-dorong-generasi-muda-banjar-berpikir-kritis
Tabu Edisi 12 Bahas Pemikiran Tan Malaka, Dorong Generasi Muda Banjar Berpikir Kritis
service

Martapura, NU Online

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Wabul Sawi Festival menggelar program Tatap Muka dan Bincang Buku (Tabu) Edisi 12 sebagai rangkaian menyemarakkan bulan kemerdekaan.

Mengusung tema Kemerdekaan, diskusi tersebut mengupas pemikiran dan karya-karya pahlawan nasional Tan Malaka. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda Banjar untuk meningkatkan minat baca dan menggali pemikiran kritis dari sejarah perjuangan bangsa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banjar Kencana Wati mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar.

Menurutnya, pemikiran Tan Malaka masih relevan dengan semangat kemerdekaan dan upaya membangun kesadaran masyarakat.

“Beliau sebetulnya pahlawan nasional juga. Kalau kita baca secara runut dan lengkap, bagaimana perjuangan seorang Tan Malaka dalam kontribusinya pada proses kemerdekaan negara kita, walaupun berhaluan kiri ia pernah berkata bahwa untuk melawan kapitalisme ia marxisme tapi kalau untuk rakyat ia muslim sejati,” ujar Kencana dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (18/8/2026).

Kencana menilai, karakter kritis yang dimiliki Tan Malaka juga dapat ditemukan pada generasi muda saat ini. Namun, tantangan yang dihadapi berbeda karena generasi muda kini hidup di tengah derasnya arus informasi.

“Anak-anak muda kita ini kritis, seperti Tan Malaka. Tapi proses yang mereka lalui berbeda. Hari ini mereka berhadapan dengan berita-berita dan informasi yang mungkin sebagian belum bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring dan memeriksa informasi secara teliti agar generasi muda tidak mudah menerima informasi yang belum terverifikasi.

Dorong Berpikir Kritis Lewat Pemikiran Tan Malaka
Pegiat literasi Ali Syahbana menyoroti pentingnya generasi muda mengadopsi pola pikir kritis melalui karya-karya Tan Malaka. Ia mencontohkan buku Madilog yang mengajarkan pembaca menggunakan materialisme, dialektika, dan logika dalam memahami berbagai persoalan.

“Jangan mudah percaya atas informasi yang belum tentu benar. Kita harus kaji lagi, telaah lagi, kita analisis lagi,” ucap Ali.

Menurut Ali, kemampuan berpikir kritis dan analitis menjadi semakin penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi.

Kolaborasi Ruang Literasi bagi Pemuda
​​​​​​​Ali juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan menghadirkan taman baca atau ruang literasi yang representatif. Menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi wadah inkubasi bagi anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, sekaligus mengembangkan ide-ide kreatif.

“Generasi kita masa kini dan masa depan itu perlu wadah. Wadah untuk mengumpulkan pikiran-pikiran mereka, ide-ide mereka menjadi aktualisasi, menjadi aksi,” tegasnya.

​​​​​​​Namun, Ali menilai pengembangan ruang literasi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya dari dinas perpustakaan, tetapi juga pemerintah daerah, komunitas pemuda, komunitas baca, serta berbagai pihak terkait.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem literasi di Kabupaten Banjar agar terus berkembang dan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda.

Kegiatan Tabu #12 dihadiri sejumlah pegiat literasi, media, dan mahasiswa se-Kalimantan Selatan. Narasumber lain yang hadir di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Kencana Wati, Nanang Galuh Banjar Najwa Azzahra, serta Direktur Wabul Sawi Kalimantan Hudan Nur.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.