Mubadalah.id – Selain sejumlah masalah yang relatif ringan, mulut rahim juga dapat mengalami kanker. Kanker mulut rahim atau kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena perkembangannya dapat berlangsung perlahan dan pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Kanker mulut rahim berkaitan erat dengan infeksi virus papilloma manusia atau Human Papillomavirus (HPV). Virus tersebut juga dapat menyebabkan munculnya kutil atau benjolan pada area genital.
Perkembangan kanker mulut rahim dapat berlangsung dalam waktu yang panjang. Dalam sejumlah kasus, proses perkembangan penyakit dapat berlangsung sekitar 10 tahun. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan menjadi penting karena perubahan pada mulut rahim dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kanker yang lebih sulit ditangani.
Apabila kanker mulut rahim ditemukan dan ditangani sejak dini, peluang untuk memperoleh penanganan yang berhasil menjadi lebih besar. Sebaliknya, kanker yang sudah berkembang atau menyebar dapat menjadi lebih sulit ditanggulangi.
Karena itu, pengetahuan mengenai faktor risiko dan tanda-tanda yang perlu diperhatikan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.
Sejumlah Faktor Dapat Meningkatkan Risiko
Beberapa kondisi dapat membuat seorang perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker mulut rahim. Salah satunya adalah usia. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian terutama pada perempuan yang berusia lebih dari 35 tahun.
Riwayat aktivitas seksual juga menjadi salah satu hal yang perlu Anda perhatikan. Perempuan yang mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda memiliki risiko yang lebih tinggi. Risiko juga dapat meningkat pada perempuan yang memiliki banyak pasangan seksual atau memiliki pasangan yang mempunyai banyak pasangan seksual lainnya.
Riwayat penyakit menular seksual juga perlu menjadi perhatian. Perempuan yang berulang kali mengalami penyakit yang menular melalui hubungan seksual, terutama dengan adanya bisul atau luka pada area genital, perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Kondisi lain yang juga berkaitan dengan peningkatan risiko adalah HIV/AIDS. Perempuan yang hidup dengan HIV/AIDS perlu memperoleh perhatian lebih terhadap kesehatan reproduksinya, termasuk pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya perubahan pada mulut rahim.
Kebiasaan merokok juga termasuk salah satu faktor yang perlu Anda perhatikan. Karena itu, upaya menjaga kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan organ reproduksi, tetapi juga dengan mengurangi berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 500.





Comments are closed.