Mon,7 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kembalikan Hutan Mentawai pada Masyarakat Adat

Kembalikan Hutan Mentawai pada Masyarakat Adat

kembalikan-hutan-mentawai-pada-masyarakat-adat
Kembalikan Hutan Mentawai pada Masyarakat Adat
service

  Pagi itu, Walter Samalelet beranjak masuk hutan di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kabit di pinggang, ikat kepala luat dengan tiga mawar merah menyala. Kalung manik tudak. Walter adalah seorang sikerei atau tabib tradisional,  yang memberikan pengobatan dengan tumbuhan obat dan ritual. Lelaki 65 tahun ini gesit melangkah menapaki ladang dengan tanaman campuran. Ia terbentang dari depan rumah hingga berbatasan dengan hutan di kaki bukit di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan itu. Ladang dan hutan itu seluas sekitar 323 hektar. Di ladang tak jauh dari rumahnya ada kolam dangkal dengan banyak tumbuhan keladi. Umbinya sehari-hari mereka andalkan sebagai bahan makanan pokok selain sagu. Di sekitar kolam tanaman pinang mengelilingi. Semakin menjauhi rumah, aneka pohon buah-buahan seperti rambutan, jengkol, dan durian. Ada juga pohon gaharu dan baiko. Pohon baiko penting bagi seorang sikerei, karena kulit untuk bahan pembuat kabit, semacam kain yang dililitkan menyerupai celana pendek untuk sikerei. Di bawah rindang pepohonan rimbun itu aneka jenis tumbuhan obat yang biasa Walter gunakan untuk mengobati warga yang datang berobat. Sebagai seorang sikerei, Walter ahli meramu tumbuhan itu untuk mengobati bermacam penyakit. “Ini lemu-lemu, daunnya untuk campuran obat sakit perut dan akarnya untuk obat cacing,” katanya. Dia petik pula tumbuhan keluarga jahe-jahean dengan bunga merah. “Ini bakgli-bakgli, bunganya digiling dan oleskan ke kepala untuk obat sakit kepala,” katanya. Sikerei Siberut,  kaya dengan pengetahuan tumbuhan obat. Mereka memiliki ratusan jenis tumbuhan obat. Walter menceritakan sebagian besar tumbuhan obat itu terdapat di dalam hutan di belakang kebunnya. Hutan di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.