Mon,7 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN di G20, Seberapa Penting Perannya?

Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN di G20, Seberapa Penting Perannya?

indonesia-jadi-satu-satunya-negara-asean-di-g20,-seberapa-penting-perannya?
Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN di G20, Seberapa Penting Perannya?
service

Presiden Jokowi dan Presiden Biden di helatan G20 di Indonesia pada 2022 silam | US Embassy Indonesia


Forum Group of Twenty atau yang lebih dikenal dengan nama G20 kelompok 20 negara dengan ekonomi besar di dunia. Anggotanya menguasai sekitar 85 persen PDB global serta 75 persen perdagangan internasional.

Di antara jejeran negara dengan ekonomi besar itu, Indonesia merupakan salah satu anggotanya. Menariknya, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G20.

Berbicara soal ekonomi di Asia Tenggara, ada Singapura yang lebih mendominasi karena merupakan pusat keuangan global. Selain itu, Malaysia, Vietnam, hingga Tailan juga menunjukkan performa ekonomi yang stabil beberapa waktu belakangan.

Lalu, mengapa Indonesia yang menjadi anggota G20 alih-alih negara ASEAN lainnya?

Sekilas Soal G20

G20 dibentuk pada September 1999 sebagai respons atas guncangan krisis keuangan global yang melanda kawasan Asia, Rusia, dan Amerika Latin pada akhir dekade 1990-an. Awalnya, wadah ini berupa pertemuan informal bagi para menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk membahas stabilitas keuangan internasional.

Pertemuan antar-Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ini rutin dilakukan tiap musim gugur. Baru pada tahun 2008, pertemuan ini ditingkatkan ke tingkat KTT yang dihadiri langsung oleh kepala negara.

Sebelum G20 lahir, sebetulnya sudah ada G7 yang lebih dahulu berdiri. Forum ini berisikan tujuh negara maju, yakni Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Forum ini dinilai gagal menemukan solusi efektif untuk mengatasi krisis ekonomi global saat itu.

G7 sadar bahwa keputusan ekonomi dunia tidak bisa jika hanya melibatkan negara maju. Oleh karena itu, negara berpendapatan menengah dan dianggap punya pengaruh ekonomi yang sistemik pun diajak berdiskusi lewat sebuah forum baru.

Saat ini, G20 beranggotakan gabungan negara maju dan berkembang di dunia dari berbagai benua, yakni Australia, Argentina, Brasil, Kanada, Tiongkok, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Arab Saudi, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Tahun 2023, Uni Afrika ikut bergabung sebagai anggota tetap.

Mengapa Indonesia Jadi Anggota G20?

Indonesia sendiri tercatat telah bergabung sebagai anggota aktif sejak awal mula forum intergovernmental ini resmi berdiri. Ada beberapa alasan mengapa negara ini terpilih menjadi satu-satunya anggota ASEAN di dalam G20.

Melansir dari sebuah paper tulisan Yulius P Hermawan, dkk. di Friedrich Ebert Stiftung Indonesia Office, total PDB Indonesia berdasarkan Keseimbangan Kemampuan Berbelanja (PPP) merupakan yang ke-16 terbesar di dunia. Ketangguhan ekonomi domestik saat melewati badai krisis keuangan global, termasuk tahun 1997-1998 dan 2008, juga diakui dunia.

Uniknya, saat itu Indonesia juga menjadi satu dari tiga negara yang surplus selain Tiongkok dan Argentina. Meskipun surplusnya sedikit, tapi hal ini membuktikan bahwa Indonesia menjadi segelintir negara yang paling tahan terhadap krisis ekonomi global.

Di sisi lain, secara historis sebagai de facto leader di kawasan Asia Tenggara. Keberadaan Indonesia di G20 mewakili suara dan kepentingan regional.

Populasi jumbo Indonesia bisa dibilang menguntungkan jika menyangkut soal daya beli. Hal ini membuat PPP Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Namun, PDB per kapita Indonesia memang masih jauh di bawah negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Tailan. Data IMF menunjukkan, Indonesia berada di posisi ke-5 sebagai negara dengan PDB per kapita terbesar di ASEAN dengan estimasi US$5,398, jauh di bawah Singapura yang ada di posisi pertama dengan US$99,042.

Perlu dicatat bahwa G20 bukan kelompok negara terkaya di dunia. Di dalamnya juga ada negara berkembang lain selain Indonesia, seperti Argentina, Afrika Selatan, hingga Meksiko. Artinya, meskipun bukan menjadi negara termakmur di ASEAN, Indonesia tetap dipandang menjanjikan di dunia karena menjadi salah satu emerging market yang sangat berkembang saat ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.