Mon,7 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Jurus Anti Mager Olahraga dari Jennifer Bachdim & Amanda Manopo

Jurus Anti Mager Olahraga dari Jennifer Bachdim & Amanda Manopo

jurus-anti-mager-olahraga-dari-jennifer-bachdim-&-amanda-manopo
Jurus Anti Mager Olahraga dari Jennifer Bachdim & Amanda Manopo
service

6 September 2026 23.50 WIB • 2 menit

Jennifer Bachdim dan Amanda Manopo (pojok kanan dan kiri)./GNFI


Malas berolahraga bisa menimpa siapa saja, bahkan mereka yang sudah rutin melakukannya. Dua selebriti Tanah Air, Jennifer Bachdim dan Amanda Manopo, membagi jurus untuk mengatasi rasa malas gerak alias mager tersebut.

Jennifer dan Amanda dikenal sebagai figur publik yang aktif berolahraga. Jennifer misalnya, memang hidup di tengah keluarga yang aktif berolahraga. Suaminya, Irfan Bachdim, adalah eks pesepak bola Timnas Indonesia. Begitu pula dengan adiknya, Kim Jeffrey Kurniawan.

Di laman media sosialnya saja, aktivitas olahraga Jennifer terekam jelas. Ia kerap menampilkan dirinya sedang melakukan berbagai olahraga mulai dari lari, fitness, hingga ikut serta dalam fitness race.

Ditemui di sela-sela ajang Ionation 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Jennifer bicara soal hal yang biasa dilakukannya apabila rasa malas berolahraga sedang melanda. Ternyata, baginya itu hal sederhana saja: jika tidak berolahraga, maka dirinya justru akan semakin tidak bersemangat.

“Kalau aku lagi malas, aku selalu ingat kalau aku nggak olahraga, aku lebih lemes, nggak ada energi. Aku akan lebih kecewa dan sedih,” ujarnya kepada awak media, termasuk GNFI.

Bagi Jennifer, olahraga bukan aktivitas biasa. Ia menjadikan olahraga sebagai hal yang memberinya suntikan semangat untuk menjalani hari.

“Jadi aku ingat aku olahraga dulu, terus kamu pasti lebih semangat, lebih senang, jadi kamu punya lebih banyak energi, lebih banyak kekuatan untuk menjalani hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Amanda mengingatkan untuk terlebih dahulu melihat penyebab yang membuat rasa malas muncul. Maklum saja, menurutnya rasa malas justru bisa muncul akibat olahraga yang berlebihan.

“Kalau lagi malas, ini malasnya kenapa ya? Kalau karena capek, mungkin kalau kita terlalu forsir olahraga juga tidak bagus untuk kesehatan. Kita istirahat dulu sebentar,” tutur Amanda.

Amanda sendiri pada tahun 2026 ini diketahui aktif berolahraga setelah melahirkan. Ia aktif di beberapa jenis olahraga seperti yoga dan pilates.

Selain istirahat sejenak apabila terlalu lelah, untuk mengatasi rasa malas berolahraga, perempuan yang pernah membintangi sejumlah sinetron dan film Tanah Air itu memberi saran agar mencari dukungan orang-orang terdekat.

“Misal di-support keluarga atau teman, jadi nggak sendirian,” pungkasnya.
Soal olahraga, masyarakat Indonesia sebetulnya tidak tergolong malas. Saat ini di berbagai kota besar, pemandangan orang-orang yang berolahraga di tempat umum adalah hal yang kian lazim dijumpai.

Betapa rajinnya orang Indonesia dalam berolahraga juga bisa dibuktikan dengan data. Berdasarkan Laporan Tren Olahraga Strava 2025, Indonesia adalah negara yang tergolong paling jago soal bangun pagi lalu beraktivitas fisik.

Strava yang merupakan aplikasi dan platform kebugaran sosial berbasis GPS mencatatkan bahwa terdapat dua daerah di Indonesia yang masuk 3 besar dunia sebagai wilayah dengan persentase tertinggi untuk aktivitas antara pukul 04.00–07.00, yakni Yogyakarta dan Jawa Timur. Sebanyak 55,4% pengguna Strava di Yogyakarta melakukan aktivitas antara pukul 04.00–07.00. Sementara itu di Jawa Timur, angkanya mencapai 55,2%.

Dengan tingkat “kerajinan” berolahraga seperti demikian, Yogyakarta dan Jatim ada di posisi pertama dan ketiga. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Kerala, India, dengan persentase 55,2%.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.