Wed,8 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Alat Kontrasepsi Bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?

Alat Kontrasepsi Bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?

alat-kontrasepsi-bisa-bikin-mandul,-mitos-atau-fakta?
Alat Kontrasepsi Bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?
service

Jakarta

Banyak mitos dan kekhawatiran seputar alat kontrasepsi, salah satu yang paling sering muncul adalah bahwa penggunaan alat kontrasepsi terutama yang hormonal atau jangka panjang dapat menyebabkan mandul (infertilitas permanen). Mitos atau fakta? Simak yuk Bunda ulasan berikut. 

Sebelum membahas lebih dalam tentang mitos atau fakta tentang alat kontrasepsi bisa bikin mandul, Bunda lebih dulu tahu tentang infertilitas, tujuan dan jenis alat kontrasepsi.

Mengenal infertilitas atau mandul

Infertilitas (mandul) secara medis didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk hamil setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau setelah 6 bulan pada wanita di atas usia 35 tahun). Infertilitas bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gangguan ovulasi, masalah tuba falopi, kualitas sperma pria, dan faktor usia.

Adapun mengutip laman Medicalnewstoday, tujuan utama kontrasepsi adalah untuk mencegah kehamilan. Ada banyak jenis kontrasepsi, di antaranya:

1. Metode hormonal

Termasuk pil KB, patch (plester KB), suntikan, dan implan. Metode ini bekerja dengan mengubah kadar hormon dalam tubuh secara sementara untuk mencegah kehamilan. Setelah seseorang berhenti menggunakannya, kesuburan akan kembali normal.

2. Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)

Bentuknya seperti huruf T, sering disebut juga spiral tembaga. IUD ini melepaskan tembaga ke dalam rahim. Ada juga IUD hormonal yang melepaskan hormon progestin ke dalam rahim. Tergantung pada jenisnya, IUD dapat mencegah kehamilan selama 5 hingga 10 tahun, dan kesuburan akan kembali normal setelah alat tersebut dilepas.

3. Metode penghalang (barrier methods)

Termasuk kondom dan diafragma. Metode ini tidak memengaruhi kadar hormon, dan harus digunakan setiap kali berhubungan seksual agar efektif mencegah kehamilan (kecuali jika menggunakan metode kontrasepsi lain). Metode ini bersifat sementara dan tidak memengaruhi kesuburan.

4. Sterilisasi

Metode ini, seperti ligasi tuba (pada perempuan) atau vasektomi (pada laki-laki), bertujuan menghentikan kesuburan secara permanen.

Mengutip laman Healthline, kemandulan didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk hamil setelah berhubungan seksual secara teratur selama 12 bulan tanpa kontrasepsi. Artinya, selama Bunda masih menggunakan alat kontrasepsi, tidak bisa hamil adalah hal yang wajar karena memang itulah tujuannya.

Bagi perempuan berusia di atas 35 tahun, dokter dapat mendiagnosis kemandulan setelah 6 bulan berhubungan tanpa perlindungan dan belum juga hamil.

Faktanya, alat kontrasepsi hormonal tidak menyebabkan kemandulan, baik dilihat dari metode yang digunakan maupun lamanya pemakaian. Kontrasepsi hormonal hanya bekerja dengan menunda kesuburan sementara, bukan menghilangkannya secara permanen. Begitu Bunda berhenti menggunakannya, tingkat kesuburan akan kembali seperti semula.

Mitos tentang alat kontrasepsi dan kesuburan

Mitos seputar kontrasepsi dan kesuburan masih sering beredar, biasanya dipicu oleh informasi yang keliru, kepercayaan budaya, serta kurangnya akses terhadap pendidikan kesehatan reproduksi yang akurat.

Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang dapat menyebabkan kemandulan permanen, terutama pada perempuan. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang menyebabkan kemandulan permanen.

Secara umum, kesuburan akan kembali normal dalam beberapa bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, meskipun bisa terjadi sedikit keterlambatan dalam kembalinya kesuburan, terutama setelah berhenti menggunakan kontrasepsi suntik.

Dr. Nauf AlBendar, pendiri The Womb Effect, menjelaskan bahwa kekhawatiran ini tentang alat kontrasepsi menyebabkan kemandulan memiliki akar sejarah panjang.

“Kontrasepsi memiliki sejarah yang panjang dan kekhawatiran tersebut sebenarnya cukup beralasan,” ujarnya.

Pada masa awal pengembangan pil KB dan alat kontrasepsi modern, kurangnya transparansi dan uji coba tanpa persetujuan menimbulkan ketidakpercayaan publik. Tahun 1969, buku The Doctor’s Case Against the Pill karya Barbara Seaman mengungkap adanya skandal uji coba pil KB tanpa persetujuan dan efek samping yang disembunyikan.

Kemudian pada 1974, IUD Dalkon Shield terbukti menyebabkan risiko kemandulan permanen sehingga akhirnya ditarik dari pasaran. Kejadian ini menimbulkan trauma kolektif dan membuat banyak orang salah paham bahwa semua jenis kontrasepsi bisa menimbulkan efek serupa, padahal kontrasepsi modern sudah jauh lebih aman.

“Seiring berjalannya waktu, muncul obat-obatan yang lebih aman dengan dosis lebih rendah dan efek samping minimal,” jelas Dr Nauf AlBendar. 

Namun, karena beberapa metode masih bisa menyebabkan penundaan sementara pada kesuburan, banyak orang menganggap hal itu sebagai tanda mandul.

Sebuah tinjauan ilmiah tahun 2018 terhadap lebih dari 20 studi menemukan bahwa 83 persen orang berhasil hamil dalam 12 bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Lamanya pemakaian tidak memengaruhi waktu untuk hamil, jadi meskipun Bunda sudah bertahun-tahun memakai KB, peluang untuk hamil tetap tinggi.

Jika setelah 6–12 bulan berhenti menggunakan alat kontrasepsi Bunda belum juga hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Bagi perempuan tandanya jika siklus menstruasi tidak teratur, jerawat dan perubahan berat badan dan penurunan gairah seksual.
  • Sementara untuk pria mengalami gangguan libido, kesulitan ereksi atau ejakulasi dan nyeri atau pembengkakan pada testis.

Faktor Lain yang bisa menyebabkan kemandulan

Alat kontrasepsi bukan penyebab infertilitas atau kemandulan, tetapi ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan, di antaranya:

  • Usia (terutama di atas 35 tahun)
  • Berat badan berlebih atau terlalu rendah
  • Riwayat infeksi menular seksual (IMS)
  • Kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, atau penyumbatan tuba falopi
  • Masalah pada produksi sperma (misalnya akibat diabetes atau cedera testis)

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, sekitar 25 persen kasus kemandulan tidak diketahui penyebab pastinya. 

Cara mengatasi kemandulan

Pengobatan tergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing. Menariknya, kontrasepsi hormonal justru bisa membantu penderita PCOS dalam menyeimbangkan hormon dan memulihkan ovulasi teratur.

Pilihan terapi lainnya meliputi:

  • Obat perangsang ovulasi seperti Clomid atau gonadotropin
  • Operasi jika ada kerusakan pada saluran tuba atau endometriosis
  • Teknologi reproduksi berbantu, seperti IVF (bayi tabung) dan IUI (inseminasi intrauterin)

Kesimpulannya alat kontrasepsi tidak menyebabkan kemandulan permanen. Jika Bunda belum hamil setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi, kemungkinan besar tubuh masih dalam tahap menyesuaikan hormon atau ada faktor lain yang memengaruhi kesuburan. Untuk lebih jelasnya lagi, Bunda konsultasi ke dokter Obgyn ya. 

Semoga informasinya tentang apakah alat kontrasepsi bikin kemandulan, mitos atau fakta bisa terjawab ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.