Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Sering Dianggap Sepele, Diare Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Sering Dianggap Sepele, Diare Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

sering-dianggap-sepele,-diare-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak
Sering Dianggap Sepele, Diare Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
service

Jakarta

Diare pada anak sering dianggap masalah ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pada saluran cerna yang berperan penting untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Ketika sistem pencernaan tidak bekerja dengan baik, proses cerna dan penyerapan zat gizi pun ikut terganggu. Hal ini dapat menyebabkan kebutuhan nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral tidak terpenuhi secara optimal.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Subsp. G.H.

“Saluran cerna merupakan satu-satunya pintu masuk ke dalam tubuh anak. Jika pencernaannya sehat, proses penyerapan nutrisi juga akan optimal sehingga mendukung tumbuh dan kembang anak secara maksimal,” jelas dr. Frieda dalam acara Diskusi Media Bebelac ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).

“Kalau ada gangguan pada saluran cerna, tentu nutrisi tidak bisa diserap dengan baik. Akhirnya anak tidak bisa menyerap karbohidrat, protein, lemak, maupun vitamin dan mineral,” sambungnya.

Dampak gangguan pada saluran cerna anak

Dokter Frieda juga menjelaskan gangguan pada saluran cerna sejak awal kehidupan, terutama pada 1.000 hari pertama, dapat berdampak pertumbuhan anak yang tidak optimal. Bahkan, dalam jangka panjang kondisi ini berisiko menyebabkan stunting serta memengaruhi perkembangan kognitif anak. 

“Jika kesehatan saluran cerna tidak optimal sejak awal kehidupan, terutama pada 1.000 hari pertama, maka pertumbuhan anak tidak akan maksimal dan berisiko mengalami stunting,” tuturnya.

Lebih lanjut, kondisi tersebut juga bisa membuat berat badan anak sulit naik, meski sudah makan cukup, Bunda.

“Itulah sebabnya banyak orang tua datang dengan keluhan anak sulit naik berat badan, padahal asupan makannya terlihat cukup,” ujar dr. Frieda.

Kapan tanda harus bawa anak ke dokter?

Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul justru menjadi tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang mengalami gangguan yang perlu segera diatasi.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan diare masih tergolong wajar dan kapan harus segera ditangani oleh dokter.

Untuk membantu Bunda, dr. Frieda pun memberikan beberapa tanda diare pada anak yang perlu diwaspadai para orang tua, seperti durasi diare dan konsistensi tinja.

“Pertama, perhatikan durasi diare, apakah berlangsung dalam waktu lama. Kedua, lihat konsistensi tinja, apakah benar-benar cair atau masih terdapat ampas,” ujarnya.

Selain itu, perubahan pada tinja juga perlu Bunda amati. Sebab, tidak sedikit orang tua mengabaikan tanda awal yang sebenarnya sudah mengarah pada kondisi yang lebih serius.

“Ketiga, orang tua juga perlu memperhatikan apakah terdapat lendir atau darah pada tinja, karena hal ini bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius,” tegas dr. Frieda.

Tak hanya itu, kondisi fisik anak secara keseluruhan juga menjadi indikator penting. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, Si Kecil mungkin akan menunjukkan tanda-tanda yang sering kali dianggap sepele, padahal berisiko menyebabkan dehidrasi.

“Selain itu, kondisi umum anak juga penting diperhatikan, seperti anak tampak lemas, asupan makan dan minum menurun, serta frekuensi buang air kecil (BAK) berkurang,” ungkap dr. Frieda.

Jika gejala semakin berkembang, sebaiknya Bunda segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dehidrasi pada anak dapat terjadi dengan cepat dan membutuhkan penanganan segera agar tidak berdampak lebih serius.

“Jika disertai dengan demam dan tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang BAK dan tubuh lemah, maka kondisi tersebut sudah tergolong berbahaya dan anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Nah, itulah penjelasan dokter terkait dampak gangguan saluran cerna pada anak hingga tanda-tanda diare yang harus diwaspadai orang tua.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.