Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 15 Kalimat Berkelas yang Bisa Membuat Seseorang Lebih Dihormati, Tegas Tanpa Terlihat Kasar

15 Kalimat Berkelas yang Bisa Membuat Seseorang Lebih Dihormati, Tegas Tanpa Terlihat Kasar

15-kalimat-berkelas-yang-bisa-membuat-seseorang-lebih-dihormati,-tegas-tanpa-terlihat-kasar
15 Kalimat Berkelas yang Bisa Membuat Seseorang Lebih Dihormati, Tegas Tanpa Terlihat Kasar
service

Jakarta

Sikap seseorang dalam berkomunikasi bisa memengaruhi cara orang lain memperlakukannya, Bunda. Misalnya, dengan memilih kalimat yang tegas dan tetap berkelas, seseorang dapat menunjukkan batasan sekaligus membuat dirinya lebih dihargai.

Rasa hormat penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Ketika kita dihargai, maka ia dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki pandangan yang lebih positif terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya, sikap yang meremehkan bisa menimbulkan rasa kecewa, marah, hingga menurunkan kepercayaan diri.

Bunda dapat menggunakan kalimat-kalimat berkelas untuk membuat orang lain menghargai diri kita. Simak penjelasannya berikut ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

15 kalimat yang bikin orang menghargai kamu

Dikutip dari Very Well Mind, berikut 15 kalimat yang dapat membuat semua orang memperhatikan dan menghargai Bunda dengan baik:

1. “Saya minta maaf”

Permintaan maaf mungkin bukan hal pertama yang terlintas di pikiran untuk membantu Bunda mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Namun, itu justru memiliki kekuatan tersendiri.

Menurut terapis Jillian Amodio, LMSW, kalimat ini sebenarnya sederhana, namun sering diabaikan. Bertanggung jawab adalah cara yang bagus untuk mendapatkan dan mempertahankan rasa hormat.

2. “Izinkan aku menyelesaikan apa yang sedang aku sampaikan”

Saat berhadapan dengan seseorang yang sering menyela atau memotong pembicaraan, pernyataan yang tegas dapat membantu mereka menghargai bahwa Bunda juga berhak berbicara.

3. “Terima kasih telah berbagi perspektif kamu. Sekarang izinkan saya berbagi pandangan saya”

President Jennifer Maxson & Associates, Jennifer Maxson, mengatakan mengakui orang lain sambil menegaskan sudut pandang Bunda sendiri menunjukkan kecerdasan emosional dan menciptakan suasana kolaboratif sambil mempertahankan posisi.

4. “Saya tidak nyaman dengan topik atau tindakan ini”

Dengan menyatakan secara jelas bahwa sesuatu mengganggu, orang lain akan tahu bahwa Bunda tidak setuju dengan aktivitas atau tindakan tersebut, dan menjauhkan diri darinya.

Hal ini juga memungkinkan Bunda untuk mengakui perasaan dan merasa nyaman untuk mengatakannya.

5. “Saya butuh waktu untuk memikirkan keputusan ini”

Pernyataan ini memberikan Bunda ruang untuk bernapas saat mengambil keputusan sekaligus memberitahu orang lain bahwa mereka perlu menghargai proses berpikir Bunda dan tidak terburu-buru.

“Untuk menilai fakta-fakta suatu situasi memberitahu orang-orang bahwa kamu tidak menganggap enteng hal-hal tersebut dan ingin mempertimbangkannya dengan benar,” ujar Amodio.

6. “Inilah yang saya harapkan dari kamu”

Baik berbicara dengan rekan kerja, anak, atau pasangan, kalimat ini membawa kejelasan, fokus, dan pemahaman bersama.

Ekspektasi yang jelas menanamkan kepercayaan pada kedua belah pihak dan memungkinkan orang lain untuk menghargai keinginan dan kebutuhan Bunda.

7. “Saya tidak bisa berkomitmen untuk itu”

Terlalu banyak mengambil komitmen memberi orang lain kendali atas waktu Bunda. Hal ini juga dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan kecemasan.

Namun, dengan mampu menyatakan secara jelas bahwa Bunda tidak punya waktu untuk aktivitas tertentu, orang lain akan menghargai keterbatasan waktu Bunda.

8. “Ini melanggar batas saya”

Batasan adalah bagian penting dalam mendapatkan dan memperoleh rasa hormat. Ketika orang lain mencoba melampaui batas toleransi, penting untuk mengingatkan mereka bahwa Bunda telah menetapkan batasan untuk kesehatan mental, dan batasan tersebut layak dihormati.

“Ketika orang lain memperlakukan kamu dengan tidak baik, tunjukkan hal itu. Lakukan dengan menjelaskan secara faktual apa yang mereka lakukan. ‘Kamu meninggikan suara, itu tidak cocok untuk saya. Bisakah kamu menurunkan suaranya, atau haruskah kita melanjutkan ini nanti?’,” ujar salah satu pendiri Crucial Learning, Joseph Grenny.

9. “Bisakah kamu menjelaskan alasan kamu kepada saya”

Maxson mengatakan ungkapan ini mengandung dialog sekaligus secara halus menegaskan wewenang Bunda untuk mengevaluasi pemikiran orang lain. Kalimat ini juga menunjukkan rasa hormat sambil mempertahankan posisi kepemimpinan.

10. “Saya menghargai pengertian kamu”

Sebagai bentuk pengakuan atas kesediaan seseorang untuk menunggu, hal itu meningkatkan niat baik dan menunjukkan adanya apresiasi terhadap upaya yang dilakukan, sehingga memperbaiki hubungan antar individu.

Apresiasi semacam itu menumbuhkan kepercayaan, memungkinkan mereka untuk terus bekerja sama, dan menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan dan toleran.

11. “Saya akan memberitahu kamu jika saya membutuhkan bantuan”

Seseorang mungkin menawarkan bantuan atau bahkan mengambil alih tugas yang sedang dicoba selesaikan.

Ungkapan sederhana ini memberitahu mereka bahwa Bunda mampu menangani pekerjaan yang ada, dan memberi Bunda ruang untuk melakukannya.

12. “Mari kita fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali kita”

Maxson mengatakan ini menunjukkan kepemimpinan yang pragmatis dan kematangan emosional. Hal ini mengarahkan energi ke arah solusi produktif daripada keluhan.

13. “Itu salahku”

Mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan dan integritas. Hal itu menunjukkan kepemimpinan, dan orang-orang akan menghormati kemampuan Bunda untuk mengakui tindakan Bunda daripada mencoba melempar tanggung jawab kepada orang lain.

14. “Jangan abaikan apa yang saya katakan”

Menertawakan pikiran yang Bunda ungkapkan adalah cara untuk mengabaikannya. Alih-alih mundur dan bertindak seolah-olah apa yang Bunda katakan tidak penting, lawan tawa itu dengan pernyataan tegas untuk membantu memvalidasi perasaan Bunda.

15. “Tidak”

“Tidak” adalah kalimat yang tegas. Bunda tidak perlu menjelaskan diri atau menjawab pertanyaan yang membuat tidak nyaman. Tidak berarti, orang lain perlu menghormati itu.

Nah, itulah beberapa kalimat yang bikin orang lebih menghargai Bunda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.