Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Valhalla Spectaclub Surabaya mengklaim telah melakukan kontrol operasional yang ketat agar tidak ada penyalahgunaan dan transaksi narkotika di kalangan karyawan.
Bahkan manajer Valhalla Spectaclub Surabaya, Angga Kasianto berani menjamin jika tempatnya bebas 100 persen dari narkoba.
“Informasi yang kami terima, oknum staf tersebut diamankan di luar lingkungan Valhalla dan pada saat yang bersangkutan sedang izin off/libur kerja. Ini murni urusan dan tanggung jawab hukum pribadi mereka. Sangat tidak berdasar jika tindakan oknum di luar jam kerja dan di luar area kami dikaitkan dengan operasional Valhalla,” jelas Angga Kasianto saat ditanya beritajatim.com.
Pernyataan Angga yang menyebut Valhalla Spectaclub Surabaya bebas narkoba 100 persen tak berbanding lurus dengan tertangkapnya lima karyawan karena terbukti mengkonsumsi ekstasi.
Lima karyawan yang diamankan bahkan berasal dari berbagai divisi kerja yang ada di Valhalla Spectaclub Surabaya. Karyawan pertama yang diamankan ialah Kapten atau Supervisor Valhalla Superclub Surabaya berinisial DN pada Jumat (4/9/2026) kemarin.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com dari internal kepolisian, DN diamankan diduga setelah seorang tamu Valhalla Spectaclub Surabaya diamankan polisi.
Kepada polisi, tamu tersebut mengaku mendapat ekstasi dari DN dengan harga Rp 600 ribu. Penyelidikan kemudian berlanjut ke DN. Tertangkapnya DN membuka sisi gelap penggunaan narkotika di kalangan karyawan Valhalla Spectaclub Surabaya.
DN lantas menyebut mendapat ekstasi dari seorang mami berinisial AM. AM kemudian bernyanyi hingga membuat dua pemandu lagu berinisial AN dan S serta seorang server berinisial T turut ditangkap.
“Kelimanya positif menggunakan ekstasi. Saat ini sudah proses lebih lanjut,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, Sabtu (12/9/2026).
Adik menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku lain. Terutama pemasok ekstasi kepada lima karyawan Valhalla Spectaclub Surabaya. Adik memastikan telah mengantongi nama pemasok ekstasi lima karyawan Valhalla Spectaclub Surabaya.
“Iya mereka sudah ngakuin (pemasok) saat ini sedang kita dalami lagi keterangan mereka (lima karyawan) untuk memburu yang ngasih (pemasok),” jelas Adik.
Diketahui sebelumnya, Manajemen Valhalla Spectaclub Surabaya membantah informasi terkait empat karyawan yang diamankan pihak kepolisian telah menjual narkoba jenis ekstasi ke pengunjung.
Informasi terbaru yang dihimpun beritajatim, polisi mengamankan lima karyawan Valhalla Spectaclub Surabaya. Masing-masing ialah Mami AM, Kapten DN, petugas server T dan dua pemandu lagu berinisial AN dan S di waktu yang berbeda.
Manajer Valhalla Spectaclub Surabaya, Angga Kasianto mengatakan, pihaknya telah memastikan bahwa tidak ada penjualan ekstasi ke konsumen seperti pengakuan oknum karyawan yang saat ini menjalani proses hukum.
Para karyawan yang bekerja di Valhalla Spectaclub telah terikat pakta integritas untuk tidak bersinggungan dengan narkotika.
“Pengakuan dari oknum karyawan Dn, Am, beserta dua LC bahwa mereka menjual ineks kepada tamu, kami tegaskan bahwa informasi tersebut sangat tidak benar dan tidak berdasar. Saya pastikan bahwa Valhalla Spectaclub Surabaya 100 persen bersih dari Narkoba. Kami menerapkan prinsip Zero Tolerance. Saya telah menginstruksikan seluruh Staf Valhalla untuk membuat dan terikat pada Pakta Integritas Anti-Narkoba,” kata Angga ketika diwawancarai Beritajatim. (ang/ted)
