Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Luka gajah Tesso Nilo: Mampukah program restorasi pemerintah memulihkan ekosistem?

Luka gajah Tesso Nilo: Mampukah program restorasi pemerintah memulihkan ekosistem?

luka-gajah-tesso-nilo:-mampukah-program-restorasi-pemerintah-memulihkan-ekosistem?
Luka gajah Tesso Nilo: Mampukah program restorasi pemerintah memulihkan ekosistem?
service

Taman Nasional Tesso Nilo menjadi sorotan karena populasi gajah di dalamnya terus menurun.

Dari total kawasan seluas 81.739 hektare, separuhnya atau sekitar 40 ribu hektare telah dibuka dan ditanami sawit secara ilegal.

Selain itu, banyak pula warga pendatang yang merambah masuk ke kawasan hutan, membuat habitat gajah semakin sempit. Tak ayal, jumlah mereka terus menurun. Konflik satwa dengan warga pun tak terhindarkan.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penertiban atau pemulihan kawasan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo. Pada tahap awal, restorasi ditetapkan di area seluas 31.000 hektare, yang nantinya meluas menjadi 80.000 hektare.

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) juga merelokasi warga yang merambah ke kawasan inti taman nasional, namun sebagian warga menolak.

Lantas, bagaimana agar program restorasi berjalan efektif?


Read more: Hutan ditebang, warna indah sayap kupu-kupu menghilang


Dalam edisi terbaru Ask the Expert, kami berbincang dengan Jatna Supriatna, Profesor Konservasi Biologi, Universitas Indonesia.

Jatna menekankan bahwa upaya pemulihan harus berbasis sains. Tesso Nilo, yang sebagian besar merupakan wilayah gambut, membutuhkan penanganan khusus, termasuk mempertimbangkan tingkat keasaman tanah dan ketersediaan pakan gajah.

Menurut Jatna, jika pemerintah benar-benar serius memulihkan kawasan, kelapa sawit harus dihilangkan sepenuhnya. “Kebun sawit harus dihancurkan dan diganti dengan pohon asli rawa gambut,” ujarnya.

Jatna menilai, kawasan itu sudah tidak layak disebut taman nasional karena sudah menjadi area bancakan berbagai aktivitas manusia, mulai dari perusahaan sawit hingga pemukiman ilegal.

“Tesso Nilo adalah taman nasional yang paling buruk di Indonesia. Saya sudah pernah ke 55 taman nasional, tidak ada yang seperti Tesso Nilo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberadaan jalan-jalan ‘hantu’ yang dibangun perusahaan di sekitar kawasan. “Kalau berani, jalan-jalan itu tutup. Selama ini warga pendatang itu ikut masuk karena melihat akses yang dibuka perusahaan,” ujarnya.

Pembiaran seperti ini, ujar Jatna, membuat kawasan hutan rusak dan perambah semakin mudah masuk ke habitat satwa.

Karena itu, rehabilitasi kawasan harus diikuti penegakan hukum terhadap pelaku perambahan dan audit kepemilikan sawit ilegal di kawasan hutan. Skema transisi sosial bagi masyarakat terdampak pun mesti disiapkan.

Tonton video lengkapnya di sini:

Luka gajah Tesso Nilo: Mampukah program restorasi pemerintah memulihkan ekosistem?

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik di sini:

YouTube The Conversation Indonesia

TikTok The Conversation Indonesia

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.