Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Masih Banjir, PWNU Nilai Jakarta Jauh dari Kota Global

Masih Banjir, PWNU Nilai Jakarta Jauh dari Kota Global

masih-banjir,-pwnu-nilai-jakarta-jauh-dari-kota-global
Masih Banjir, PWNU Nilai Jakarta Jauh dari Kota Global
service

Jakarta Timur, NU Online Jakarta

Intensitas hujan tinggi yang turun sejak Senin (12/1/2025) membuat genangan banjir di beberapa kawasan Jakarta belum juga surut hingga saat ini.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta H Abdul Aziz Suaedy menilai persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun tersebut menjadi bukti Jakarta masih jauh untuk dicanangkan sebagai kota global.

Aziz menyampaikan bahwa banjir yang masih menjadi persoalan tahunan adalah ‘pekerjaan rumah’ besar yang harus diselesaikan jika Jakarta ingin sejajar dengan kota-kota besar dunia.

“Banjir masih menjadi persoalan tahunan adalah ‘pekerjaan rumah’ besar yang harus diselesaikan jika kita ingin sejajar dengan kota-kota besar dunia,” kata Aziz kepada NU Online Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, konsep Jakarta sebagai kota global masih realistis namun membutuhkan reorientasi. Ia menilai, transformasi menjadi kota global harus berbasis Eco-City, globalisasi Jakarta harus dimulai dari fundamental lingkungan yang sehat.

“Kita tidak boleh hanya memoles wajah kota secara estetika, sementara urat nadi lingkungannya masih tersumbat,” katanya.

Aziz melanjutkan bahwa parameter keberhasilan menjadi Kota Global tidak hanya terletak pada jumlah investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa cepat banjir surut serta seberapa aman warga dari ancaman bencana.

“Tanpa kedaulatan tata air, predikat ‘Global’ hanya akan menjadi beban citra, bukan prestasi nyata,” imbuhnya.

Aziz juga mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang dinilai menghambat penanganan banjir di Jakarta.

Pertama, ketidaksinkronan kebijakan (ego sektoral). Menurutnya, penanganan banjir seringkali terhambat oleh batas administratif dan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan wilayah penyangga yang belum sepenuhnya terintegrasi.

“Meski sudah diatur dalam UU Jakarta yang baru (UU No.2/2024) dengan konsep ‘aglomerasi’, namun memang belum berjalan hingga saat ini,” ujarnya.

Faktor kedua adalah krisis ruang terbuka hijau. Alih fungsi lahan yang masif, menurutnya, membuat Jakarta kehilangan kawasan resapan alami yang berfungsi sebagai ‘spons’ penyerap air.

Ketiga, rendahnya budaya kolektif dalam menjaga ekosistem sungai. Terkait hal ini, Aziz menyebut PWNU Jakarta terus melakukan edukasi pengelolaan sampah melalui program NU Mendengar.

“Di sini, PWNU merasa punya tanggung jawab moral melalui ‘dakwah lingkungan (fiqih al-bi’ah)‘ untuk mengedukasi umat agar tidak membuang sampah ke aliran air dan melakukan olah sampah,” jelasnya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.