Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Banyak Jembatan di Sumatra Barat Kembali Rusak, Warga Desak Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai

Banyak Jembatan di Sumatra Barat Kembali Rusak, Warga Desak Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai

banyak-jembatan-di-sumatra-barat-kembali-rusak,-warga-desak-pemerintah-percepat-normalisasi-sungai
Banyak Jembatan di Sumatra Barat Kembali Rusak, Warga Desak Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai
service

Jakarta, NU Online

Kerusakan jembatan dan terganggunya akses jalan kembali menghantui sejumlah wilayah di Sumatra Barat akibat banjir bandang susulan.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Padang, Sumatra Barat, Albert Reza, mengungkapkan bahwa hingga kini curah hujan yang masih tinggi dan belum optimalnya normalisasi sungai dinilai memperparah kerentanan infrastruktur, khususnya di kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai.

Menurut Albert kerusakan tersebut merupakan dampak lanjutan dari banjir bandang akhir November 2025 yang membawa material pasir dan sedimen lumpur ke badan sungai. Kondisi itu menyebabkan kapasitas sungai menurun drastis sehingga debit air cepat meningkat saat hujan turun.

“Jadi efek dari banjir bandang kemarin aja gitu. Efeknya kan di sepanjang aliran sungai itu kan, terus ditumpuk oleh material-material itu. Pasir atau sedimen-sedimen lumpur. Curah hujan masih cukup tinggi di Padang, di beberapa daerah di Sumatra Barat juga sama masih hujan deras seperti di Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Kalau hujan, langsung tinggi debit airnya,” ujar Albert kepada NU Online, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengungkapkan, tekanan psikologis warga semakin berat akibat banjir yang berulang. Bahkan, di beberapa lokasi, warga disebut mulai mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kelelahan dan keputusasaan menghadapi ancaman bencana yang tak kunjung reda.

“Makanya kemarin ada masyarakat yang mulai mengibarkan bendera putih, karena masyarakat merasa udah lelah. Jadi masyarakat sekarang menununggu normalisasi sungai. Karena jembatan darurat yang dibuat, itu pas hujan datang lagi ya banyak yang rusak,” katanya.

Menurutnya, ketakutan warga kian muncul bahkan saat hujan dengan intensitas rendah. “Masyarakat khawatir ketika hujan deras, sungai meluap lagi, terkadang hujan sedikit saja, masyarakat sudah khawatir,” katanya.

Albert juga mengungkapkan bahwa pendangkalan sungai akibat sedimentasi membuat aliran air tidak lagi mampu menampung debit hujan. Akibatnya, luapan air kerap terjadi meski hujan tidak terlalu lebat.

“Karena normalisasi sepanjang sungai itu belum normal itu, karena material-material kayak pasir, gitu kan, sedimen-sedimen lumpur, jadi debet air itu langsung tinggi. karena dasar sungai itu sekarang sudah tidak tinggi. Sudah tidak dalam lagi, jadi air hujan itu turun, air sungainya langsung besar, debit airnya itu langsung besar,” tuturnya.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran berlapis di tengah masyarakat, terutama di daerah rawan banjir. Selain ancaman rumah terendam, rusaknya jembatan juga berdampak langsung pada distribusi logistik dan bantuan.

“Mungkin harapan masyarakat di sini, bagaimana kondisi, ya, termasuk di daerah-daerah yang dalam arti kata sangat rawan, karena normalisasi sungai ini dari hulu ke hilir itu sangat penting. Setiap hujan turun, banyak warga yang khawatir rumahnya kena banjir lagi, khawatir ada jembatan rusak lagi. Kalau jembatan rusak, susah juga buat mendapatkan makanan, bantuan juga jadi susah,” ucap Albert.

Ia mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan mempercepat proses normalisasi sungai, mengingat keterbatasan alat berat di lapangan serta risiko kerja yang tinggi akibat cuaca ekstrem.

“Harapannya pemerintah pusat juga membantu terkait percepatan normalisasi sungai karena alat-alat berat seperti eskafator itu beberapa hari kemarin terseret karena hujan deras, pas lagi membuat jembatan, ada hujan derasa jadi eskafator terseret. Harapan besar saya normalisasi sungai itu disegerakan,” pungkasnya.

============

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.