Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Genangan Banjir di Pati Picu Lonjakan Penyakit Kulit dan Demam

Genangan Banjir di Pati Picu Lonjakan Penyakit Kulit dan Demam

genangan-banjir-di-pati-picu-lonjakan-penyakit-kulit-dan-demam
Genangan Banjir di Pati Picu Lonjakan Penyakit Kulit dan Demam
service

Pati, NU Online

Banjir yang merendam Kabupaten Pati, Jawa Tengah berdampak serius terhadap kondisi kesehatan warga. Genangan air yang bertahan selama berhari-hari memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit dan demam akibat paparan air banjir yang kotor.

Salah satu warga Desa Doropayung, Naily Farikha Zulfa, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi pada Ahad dan makin parah pada Senin, 12 Januari 2026, saat air mulai masuk ke rumah-rumah warga.

“Genangan banjir hingga kini masih bertahan dan bahkan cenderung meninggi akibat curah hujan yang tinggi serta luapan Sungai Silugonggo,” ujar Naily kepada NU Online, Ahad (18/1/2026).

Ia menyebutkan, ketinggian air di sejumlah titik mencapai leher orang dewasa. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit, terutama penyakit kulit dan infeksi akibat air banjir yang bercampur lumpur, sampah, serta limbah.

“Banyak warga yang mulai mengeluhkan gatal-gatal dan demam karena terlalu lama berada di air banjir,” imbuhnya.

Menurut Naily, biasanya diperlukan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu bagi lingkungan dan kondisi kesehatan warga untuk kembali pulih setelah banjir surut. Warga juga menilai banjir tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, sebagian warga mengaku telah melakukan langkah antisipasi sejak awal, seperti menyiapkan obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan pokok. Namun, dampak banjir tetap terasa berat, terutama bagi kesehatan keluarga.

“Kami sudah berusaha bersiap, tetapi dampaknya tetap besar, khususnya bagi kesehatan warga,” jelasnya. Terbatasnya akses jalan di wilayah Juwana juga menyulitkan distribusi bantuan serta layanan kesehatan.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, warga berharap adanya langkah serius dari pemerintah, mulai dari pengerukan sungai hingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir, seperti waduk dan bendungan, agar aliran air dapat tertahan dan dialirkan ke laut saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, tenaga medis Rumah Sakit Islam (RSI) Pati, Yeni Ifrokhah menjelaskan pascabanjir banyak warga mengeluhkan gatal-gatal dan ruam kulit, terutama pada area kaki. Keluhan tersebut menjadi kasus yang paling dominan setelah banjir.

“Gatal-gatal umumnya disebabkan oleh air banjir yang tercampur bakteri, kuman, sampah, limbah, serta kotoran hewan,” terang Yeni.

Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan air bersih dan sulitnya menjaga kebersihan selama banjir. Beberapa penyakit kulit yang sering ditemui pada korban banjir antara lain kurap, kutu air, kandidiasis, selulitis, impetigo, dan dermatitis. Pada kondisi tertentu, infeksi juga dapat disertai demam.

“Pasien kami berikan obat-obatan. Jika keluhan tidak membaik, akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Yeni menyampaikan, ketersediaan obat-obatan saat ini masih mencukupi berkat dukungan dari Puskesmas. Namun, jika hujan terus turun dan banjir meluas, dikhawatirkan stok obat akan menipis seiring meningkatnya jumlah warga terdampak.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.