Mubadalah.id – Perubahan pada air seni, termasuk munculnya darah, perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem urine. Kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan infeksi ginjal atau kandung kemih. Pada keadaan tertentu, air seni yang mengandung darah dapat menjadi salah satu tanda adanya batu ginjal.
Batu ginjal terbentuk ketika terdapat batu-batu kecil di dalam ginjal yang kemudian bergerak melalui sistem urine. Pergerakan batu tersebut dapat menimbulkan rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat menusuk.
Namun, air seni berdarah juga dapat berkaitan dengan penyakit lain, terutama apabila penyakit tersebut umum ditemukan di lingkungan tempat seseorang tinggal. Salah satunya adalah bilharzia atau skistosomiasis, yang juga dikenal sebagai penyakit cacing darah.
Bilharzia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem urine. Kerusakan tersebut bahkan dapat berlangsung seumur hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Karena itu, seseorang yang mengalami kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perawatan medis sekaligus mengetahui cara mencegah penyakit agar tidak kembali terjadi.
Selain bilharzia, tuberkulosis atau TB juga dapat menyerang sistem urine. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan kandung kemih. Informasi lebih lanjut mengenai TB dapat dibaca pada Bab 25.
Nyeri Menjadi Salah Satu Tanda Batu Ginjal
Batu ginjal dapat menimbulkan keluhan yang cukup khas, terutama ketika batu mulai bergerak melalui saluran urine. Salah satu tanda yang dapat muncul adalah rasa sakit yang tiba-tiba dan sangat menusuk.
Rasa sakit tersebut dapat terasa di beberapa bagian tubuh. Keluhan dapat muncul di bagian belakang pinggang, tepatnya di sekitar daerah ginjal. Nyeri juga dapat dirasakan di sisi pinggang yang berada dekat dengan ginjal.
Pada kondisi tertentu, rasa sakit dapat bergerak hingga ke bagian bawah perut yang mendekati kemaluan. Nyeri juga dapat anda rasakan di sepanjang saluran kencing atau di sekitar kandung kemih.
Pergerakan batu melalui sistem urine inilah yang dapat menyebabkan rasa sakit terasa kuat dan berpindah dari satu bagian ke bagian lain.
Karena itu, munculnya nyeri yang tiba-tiba dan menusuk, terutama di sekitar pinggang hingga bagian bawah perut, perlu anda perhatikan sebagai kemungkinan tanda batu ginjal.
Penanganan batu ginjal salah satunya dapat anda lakukan dengan memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan. Penderita harus minum banyak cairan, paling sedikit satu atau dua gelas setiap 30 menit sekali. Cairan tersebut membantu mendorong batu keluar dari dalam ginjal agar bergerak turun menuju saluran kencing.
Selain mencukupi kebutuhan cairan, obat pereda rasa sakit dapat anda gunakan untuk membantu mengurangi nyeri. Namun, apabila rasa sakit yang muncul sangat parah, penderita perlu segera meminta pertolongan medis.
Batu ginjal juga dapat menimbulkan masalah lain ketika batu tersebut menyumbat saluran kencing. Sumbatan dapat menyebabkan saluran kencing mengalami infeksi. Jika kondisi tersebut terjadi, perawatannya bisa anda lakukan seperti penanganan pada penderita infeksi ginjal. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 489.
