Mubadalah.id – Infeksi pada saluran kemih, termasuk kandung kemih dan ginjal, perlu dikenali sejak munculnya tanda-tanda awal.
Infeksi yang bermula di kandung kemih dalam kondisi tertentu dapat berkembang dan merambat ke ginjal. Karena itu, mengenali perubahan pada tubuh menjadi penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Tanda infeksi kandung kemih dapat muncul dalam bentuk perubahan kebiasaan dan rasa tidak nyaman ketika buang air kecil.
Salah satu tanda yang paling umum adalah seseorang menjadi sangat sering buang air kecil. Kondisi tersebut dapat anda rasakana dengan anyang-anyangan atau perasaan seperti masih ada air kencing yang tertinggal di dalam kandung kemih, tetapi tidak dapat Anda keluarkan.
Selain frekuensi buang air kecil yang meningkat, rasa nyeri atau perih ketika mengeluarkan urine juga dapat menjadi tanda infeksi kandung kemih. Rasa tidak nyaman tersebut dapat muncul setiap kali buang air kecil dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Tanda lainnya dapat berupa rasa sakit di bagian bawah perut setelah buang air kecil. Perubahan pada urine juga perlu Anda perhatikan. Air seni dapat berbau tidak sedap, terlihat keruh, berdarah, atau mengandung nanah.
Perubahan warna urine juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan tertentu. Air seni yang berwarna gelap, misalnya, dapat menjadi gejala hepatitis sehingga perubahan tersebut tidak sebaiknya boleh Anda abaikan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 486.
