Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Albert Lukas Resmi Wisuda, Anak Sopir Angkot yang Raih Juara 2 Mawapres Nasional 2025

Albert Lukas Resmi Wisuda, Anak Sopir Angkot yang Raih Juara 2 Mawapres Nasional 2025

albert-lukas-resmi-wisuda,-anak-sopir-angkot-yang-raih-juara-2-mawapres-nasional-2025
Albert Lukas Resmi Wisuda, Anak Sopir Angkot yang Raih Juara 2 Mawapres Nasional 2025
service

Albert Lukas Resmi Wisuda, Anak Sopir Angkot yang Raih Juara 2 Mawapres Nasional 2025


“Di balik setiap toga ada cinta, doa, dan pengorbanan banyak orang,” kata Rektor Institut Teknologi Bandung, Tatacipta Dirgantara, saat memberikan sambutan dalam Sidang Terbuka Wisuda Kedua Tahun Akademik 2025/2026 Institut Teknologi Bandung (ITB) yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jumat–Sabtu (17–18 April 2026).

Ia paham betul bahwa mahasiswa yang duduk di bangku ITB, tidak semuanya berasal dari golongan keluarga yang mampu. Ada yang harus terseok-seok mengejar mimpinya dengan berbagai cara.

Albert Lukas Pithel Hasugian, salah satunya. Ia tahu betul rasanya bermimpi dengan kondisi terbatas.

Ayahnya hanyalah seorang sopir angkot. Lingkungan tidak selalu memberi banyak pilihan. Namun, dukungan dari berbagai pihak membuat Albert mantap untuk memulai sekaligus konsekuen menyelesaikan pendidikan.

“Mimpi kuliah di ITB dulu terasa sangat jauh. Namun atas dorongan orang tua dan keyakinan terhadap pentingnya pendidikan, serta dukungan beasiswa KIP Kuliah, dosen, mentor, dan teman-teman saya mampu terus melangkah hingga menuntaskan studi,” katanya.

Sebab, ada satu prinsip yang selalu dipegang oleh keluarganya, yakni Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. Artinya, anak adalah harta paling berharga. Oleh karena itu, pihak keluarga mendukung penuh apa yang menjadi mimpi dari putranya.

Ia percaya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti di tengah jalan. Justru dari situlah ia belajar bertahan selama menempuh studi di Institut Teknologi Bandung.

“Perjalanan di ITB mengajarkan bahwa seseorang tidak harus memiliki segalanya untuk memulai, cukup memiliki alasan untuk tidak berhenti.”

Tak ingin jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, Albert Lukas banyak menorehkan beragam prestasi ketika masih di ITB. Mungkin, sebagian besar mahasiswa ITB mengenalnya.

Siapa Albert Lukas Pithel Hasugian?

Albert Lukas Pithel Hasugian adalah mahasiswa Program Studi Kewirausahaan di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung. Ia dikenal sebagai salah satu mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Namanya mencuat setelah meraih Juara II Mahasiswa Berprestasi Nasional (Mawapres) 2025, ajang yang digelar di Universitas Diponegoro dan diikuti 15 finalis terbaik dari seluruh Indonesia. Prestasi ini cukup penting, karena Albert membawa nama ITB kembali bertengger di posisi dua besar Mawapres nasional setelah 11 tahun vakum.

Albert bukan tipe mahasiswa yang langsung jadi. Ia mengaku telah mengalami belasan kali kegagalan sebelum sampai di titik tersebut.

“Bagi saya, setiap kegagalan adalah kesempatan untuk belajar, berefleksi, dan tumbuh lebih baik,” ujarnya.

Selain Mawapres, ia juga aktif di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia tercatat pernah menjadi Juara 1 Uniqlo Global Management Program, Juara 2 NUS Young Fellowship Program, Juara 1 Alphasights Asia Case Competition, dan Best Individual BFI Case Jam oleh Singapore Management University.

Ia getol ikut berbagai perlombaan sebab baginya kompetisi bukan sekadar lomba, tapi ruang belajar.

“Kompetisi merupakan platform pembelajaran praktis dari materi yang dipelajari di kelas,” katanya.

Di sisi lain, keberhasilannya tidak lepas dari dukungan lingkungan kampus, terutama budaya di SBM ITB yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, termasuk dalam bahasa Inggris.

Singkatnya, Albert Lukas bukan hanya sosok inspiratif karena latar belakangnya sebagai anak sopir angkot, tapi juga karena konsistensinya membangun prestasi melalui proses panjang, kegagalan, dan pembelajaran yang berulang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.