Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Anak Terlalu Lengket? Begini Cara Ortu Me Time Tanpa Membuat Si Kecil Merasa Ditolak

Anak Terlalu Lengket? Begini Cara Ortu Me Time Tanpa Membuat Si Kecil Merasa Ditolak

anak-terlalu-lengket?-begini-cara-ortu-me-time-tanpa-membuat-si-kecil-merasa-ditolak
Anak Terlalu Lengket? Begini Cara Ortu Me Time Tanpa Membuat Si Kecil Merasa Ditolak
service

Sebesar apa pun rasa sayang orang tua ke anak, ada kalanya setiap Ayah dan Bunda membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Sebagian besar orang tua ternyata tidak mendapatkan cukup waktu untuk ‘me time’. 

Data dari Munchery, sebuah layanan pengiriman makanan, mengungkap bahwa berdasarkan survei yang melibatkan 2.000 orang tua, tercatat ada 32 persen orang tua, baru pulang ke rumah setelah bekerja di atas pukul 08.30 malam. Mereka menyisakan waktu rata-rata 30 menit per hari untuk diri sendiri. 

Berbeda dengan generasi saat ini, menurut Pew Research Center, orang tua pada tahun 2016 menghabiskan waktu kurang lebih 14 jam seminggu untuk mengasuh anak. Ditambah dengan pekerjaan yang menambah jumlah jam kerja orang tua. Bisa dibilang, orang tua menghadapi keterbatasan waktu, termasuk membagi waktu antara pekerjaan, mengasuh anak, dan merawat diri.   

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Parents, seorang psikiater bersertifikasi dari Mindpath Health, Zishan Khan, MD, mendorong orang tua untuk tetap berwelasasih terhadap diri sendiri, daripada terus merasa bersalah saat merasa kewalahan antara kebutuhan pribadi dan anak.

“Itu berarti Anda menyadari keterbatasan Anda, yang merupakan kesadaran yang sehat dan bertanggung jawab. Sama seperti anak-anak membutuhkan tidur siang untuk menghindari tantrum, orang tua membutuhkan ‘istirahat’ mental dan emosional untuk tampil sebagai diri mereka yang terbaik.” jelasnya.

Meskipun orang dewasa bisa memahami pemintaan tersebut, akan tetapi anak mungkin akan lebih kesulitan memberikan waktu kepada orang tua mereka, untuk mendapatkan ketenangan tanpa gangguan. 

Dr. Zhan mengusulkan untuk mengubah cara menyampaikan kebutuhan ‘me time’ sebagai suatu kegiatan yang universal. Ia juga menyarankan untuk menyampaikan kebutuhan tersebut dengan bahasa yang menenangkan. 

Seperti, “Setiap orang butuh waktu untuk mengistirahatkan otaknya, jadi Bunda akan meluangkan sedikit waktu tenang agar punya lebih banyak energi untuk bermain denganmu nanti,” atau “Bunda akan meluangkan waktu untuk berpikir, dan setelah itu, kita bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama!”

Dengan ungkapan tersebut akan memperjelas maksud tujuan dari memberi waktu ‘me time’. Mereka akan memahami bahwa waktu sendirian bersifat sementara dan bukan sebuah penolakan. Dengan ungkapan tersebut juga mereka tidak akan merasa ditinggalkan. 

Dikutip dari Motherly, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan agar orang tua bisa menikmati waktu sendiri. Seperti, melakukan kegiatan yang bisa ditunggu, contohnya mencuci pakaian dengan mesin cuci. Orang tua bisa menunggu cucian selesai dan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat atau melakukan hal yang disukai.

Selain itu, orang tua perlu menyadari bahwa waktu yang dimiliki terbatas dan lakukan sesuatu yang nyata untuk mengisi energi. Jangan membuang waktu dengan berselancar di media sosial tanpa tujuan. 

Cara lain yang bisa dilakukan adalah meminta bantuan anggota keluarga lain untuk membantu mengasuh anak dan memberi waktu istirahat yang lebih lama untuk diri sendiri. Itulah tips dan cara orang tua agar bisa ‘me time’ tanpa membuat Si Kecil merasa ditolak. Semoga membantu, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.