Bunda merasa kalau deterjen harus berbusa dulu baru pakaian bersih? Coba deh dengarkan kata ahli.
Tak sedikit dari Bunda yang mungkin mengira semakin banyak busa deterjen saat mencuci pakaian maka hasilnya akan semakin bersih. Padahal anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar, terutama untuk mesin cuci otomatis.
Pakar kebersihan Ann Russell menjelaskan bahwa busa berlebih justru bisa mengganggu proses pencucian. Hal itu ia ungkapkan saat menanggapi video TikTok milik seorang kreator yang memperlihatkan dua mesin cuci bekerja berdampingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video tersebut, satu mesin cuci tampak penuh busa, sementara mesin lainnya hampir tidak memiliki gelembung sama sekali. Sang kreator mengaku merasa deterjen yang ia gunakan selalu terlihat kurang karena air di mesin cucinya tampak seperti ‘air kotor dan tanpa busa melimpah.
Jadi, benarkah deterjen yang berbusa lebih bersih dibanding yang tidak? Simak penjelasannya di sini, Bunda.
Menanggapi hal tersebut, Russell mengatakan bahwa deterjen khusus mesin cuci otomatis memang dirancang menghasilkan sedikit busa. Ini bukan berarti pakaian menjadi tidak bersih karena busanya sedikit.
“Busa justru menghambat proses pembersihan, bukan membantu menghilangkan kotoran. Busa cenderung menahan kotoran tetap berada di pakaian padahal seharusnya kotoran itu terlepas dan terbawa air,” ujar Russell.
Ia menambahkan, mesin cuci yang menghasilkan busa terlalu banyak kemungkinan memakai deterjen berlebihan atau menggunakan jenis deterjen tidak sesuai. Menurut Russell, kondisi mesin cuci dengan sedikit busa justru merupakan tanda penggunaan deterjen yang benar.
Proses pergerakan dan gesekan pakaian lebih berpengaruh
Russell juga menjelaskan bahwa sebenarnya jumlah deterjen yang dibutuhkan untuk mencuci pakaian tidak terlalu banyak. Proses utama yang membersihkan pakaian berasal dari pergerakan dan gesekan pakaian di dalam air saat mesin bekerja.
Sementara itu, deterjen lebih berfungsi membantu mengangkat noda membandel dari serat kain.
“Deterjen yang dirancang untuk mesin cuci otomatis, baik mesin cuci bukaan depan maupun bukaan atas, memang dirancang untuk menghasilkan sedikit busa karena busa menghambat pembersihan, tidak membantu mengangkat kotoran, malah cenderung menahan kotoran, dan kita ingin kotoran tersebut keluar dan terlepas kan,” tambahnya.
Dampak buruk jika pakai deterjen terlalu banyak
Russell memperingatkan bahwa busa berlebihan dapat membuat proses pembilasan tidak maksimal. Akibatnya, sisa deterjen dan kotoran masih menempel di pakaian.
Kondisi ini bukan hanya membuat pakaian kurang bersih, melainkan bisa menimbulkan masalah pada kulit, seperti iritasi. Selain itu, residu deterjen yang tertinggal terus-menerus juga dapat merusak serat pakaian dalam jangka panjang.
Untuk itu, penggunaan deterjen sebaiknya mengikuti takaran yang dianjurkan dan disesuaikan dengan jenis mesin cuci agar hasil cucian tetap bersih tanpa meninggalkan residu berlebih.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)





Comments are closed.