Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ketahui Cara Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak dari Lahir hingga Usia 5 Tahun

Ketahui Cara Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak dari Lahir hingga Usia 5 Tahun

ketahui-cara-stimulasi-perkembangan-bahasa-anak-dari-lahir-hingga-usia-5-tahun
Ketahui Cara Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak dari Lahir hingga Usia 5 Tahun
service

Jakarta

Cara stimulasi perkembangan bahasa anak penting dipahami orang tua sejak dini. Hal ini menjadi dasar penting bagi tumbuh kembang anak, terutama untuk mengekspresikan kebutuhannya. 

Beberapa contoh aktivitas sederhana yang bisa dilakukan termasuk seperti rajin mengajak anak berbicara, membaca buku, serta bermain permainan imajinatif. Meski terlihat mudah, kegiatan-kegiatan ini perlu dilakukan sesuai dengan tahap usianya ya, Bunda.

“Tonggak perkembangan komunikasi saling berkaitan dan membantu orang tua mengetahui apakah perkembangan anak berjalan sesuai jalurnya,” ujar ahli patologi wicara, Adena Dacy, MS, CCC-SL, dikutip dari Parents.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa contoh cara stimulasi perkembangan bahasa anak sesuai tingkat usianya:

Setiap ocehan bayi merupakan bagian dari komunikasi tahap awal dalam kehidupannya. Meski tampak sederhana, vokalisasi ini adalah fondasi penting bagi perkembangan bahasa mereka. Apa saja stimulasi yang bisa diberikan?

1. Bernyanyi bersama

Musik adalah salah satu ‘alat’ yang baik untuk mendukung perkembangan bahasa sejak dini. Perdengarkan lagu favorit mereka atau ajak menyanyi bersama, untuk membantu meningkatkan kemampuan bayi mengenali pola, ritme, dan kosakata baru.

Penelitian dari jurnal Infant Behavior and Development menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan yang kaya musik dengan peningkatan keterampilan komunikasi pada bayi.

2. Ajak bayi berbicara

Jangan lupa untuk rajin mengajak Si Kecil berbicara sambil menggunakan gerakan dan suara lain. Bayi sangat peka terhadap perubahan nada, volume, dan ritme suara, bahkan jauh sebelum mereka mulai bisa membentuk kata-kata.

Hal tersebut membantu bayi menghubungkan bunyi dengan makna, sehingga mereka mulai memahami bahwa menangis akan membuat Bunda menghampirinya.

Terapis wicara, Rachel Cortese, menjelaskan bahwa bayi perlahan belajar menyadari hubungan timbal balik antara vokalisasi dan terpenuhinya kebutuhan mereka. 

“Hal ini mendorong mereka untuk mulai berkomunikasi secara sengaja, melalui hal-hal seperti menunjuk, bahasa tubuh, dan mengeluarkan lebih banyak suara,” imbuh Cortese, dikutip dari Child Mind Institute.

Jadi, meskipun bayi belum bisa melakukan percakapan menggunakan kata-kata, mereka memperhatikan semua yang Bunda lakukan dan belajar mengembangkan keterampilan komunikasi mereka.

Stimulasi perkembangan bahasa usia 18 bulan-2 tahun

Cara anak berkomunikasi di rentang usia ini mulai berubah. Namun, di sinilah perkembangan bahasanya semakin bertambah pesat, Bunda.

Di usia 18 bulan hingga 2 tahun, sebagian anak mungkin sudah mencapai beberapa tonggak perkembangan komunikasi awal. 

Misalnya mampu mengucapkan 10 hingga 50 kata berbeda, mengikuti instruksi sederhana, dan menggunakan frasa dua kata yang sederhana. Berikut contoh stimulasi yang bisa diberikan orang tua:

1. Membacakan buku sesering mungkin

Meski anak belum bisa duduk diam lama, membaca setiap hari adalah salah satu cara paling efektif untuk mendukung perkembangan bahasa mereka. Bunda bisa membacakan buku bergambar, yang dapat membantu memperkaya kosakata Si Kecil.

Penelitian dari Journal of Speech, Language, and Hearing Research secara konsisten mengaitkan aktivitas membaca dengan hasil perkembangan bahasa yang lebih baik.

Selama membaca buku bersama, ajak anak untuk menunjuk gambar, mengulang kata, atau membalik halaman bersama Bunda.

2. Menceritakan kegiatan sehari-hari

Bercerita tentang kegiatan sehari-hari menjadi salah satu cara sederhana dan efektif untuk memberi contoh penggunaan bahasa pada anak.

Ceritakan apa yang sedang orang tua lakukan dekat anak, misalnya ‘Bunda sedang melipat pakaian’ atau ‘Ayah sedang membuat sarapan pagi’.

Selain itu, bisa juga untuk menceritakan apa yang sedang dilakukan oleh Si Kecil. Misalnya, ‘Wah, kamu sedang menyusun mainan balok warna merah’.

Ujaran bahasa deskriptif yang terus-menerus ini membantu anak menghubungkan kata dengan tindakan dan benda, hingga akhirnya mampu membentuk kalimat.

Stimulasi perkembangan bahasa usia 2-5 tahun

Ketika anak mulai memasuki usia sekolah, cara Bunda menstimulasi keterampilan bahasa dan komunikasinya pun bisa disesuaikan. Apa saja contoh kegiatan yang bisa dilakukan di rumah? Berikut penjelasannya:

1. Ajak bermain permainan imajinatif

Permainan imajinatif seperti pretend play atau bermain pura-pura tak hanya seru, tapi juga sangat baik untuk mengembangkan imajinasi dan mendukung perkembangan bahasa anak.

Saat anak berpura-pura menjadi koki, astronot, dokter, atau bahkan pahlawan super, mereka melatih kemampuan bercerita dan mengekspresikan emosi.

Permainan imajinatif seperti ini juga membantu memperkaya kosakata dan belajar cara menyusun kalimat.

2. Ajukan pertanyaan terbuka

Jangan membatasi anak hanya dengan pertanyaan ‘ya’ atau ‘tidak’. Ajukan pertanyaan yang memberi ruang bagi mereka untuk berpendapat dan memberi penjelasan. 

3. Hindari terlalu sering mengoreksi

Tak melulu bisa langsung selalu benar, perkembangan bahasa anak juga membutuhkan proses.

Jika penggunaan kata dan kalimat mereka belum tepat, jangan langsung mengoreksi atau mengkritik. Sebagian anak mungkin bisa menafsirkan respons tersebut secara negatif dan menjadi enggan mencoba lagi.

Ada juga anak yang akan merasa sangat malu jika terus-menerus dikoreksi, sehingga tidak mau bercerita lagi. Sebagai gantinya, Bunda bisa mengulangi kembali kalimat mereka dengan susunan kata yang sudah diperbaiki.

Pendekatan pelan seperti ini bisa membantu anak memahami penggunaan bahasa yang benar tanpa merasa dihakimi.

Itulah penjelasan tentang cara-cara stimulasi perkembangan bahasa anak dari lahir hingga usia 5 tahun. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.