Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Apakah Diet Karnivora Aman? Kenali Manfaat, Risiko, hingga Menu

Apakah Diet Karnivora Aman? Kenali Manfaat, Risiko, hingga Menu

apakah-diet-karnivora-aman?-kenali-manfaat,-risiko,-hingga-menu
Apakah Diet Karnivora Aman? Kenali Manfaat, Risiko, hingga Menu
service

Jakarta

Bunda mungkin sudah pernah mendengar tentang diet karnivora, yaitu pola makan yang menghilangkan karbohidrat dan hanya mengonsumsi daging serta produk hewani, seperti sapi, ayam, ikan, dan telur.

Dengan menghilangkan karbohidrat, tubuh diklaim akan membakar lemak sebagai sumber energi sehingga berat badan Bunda dapat mengalami penurunan.

Lantas, benarkah demikian? Simak penjelasan selengkapnya mengenai manfaat, risiko, hingga menu makanan yang dianjurkan berikut ini.

Bagaimana cara kerja diet karnivora?

Dilansir dari laman WebMD, karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Tubuh mengubahnya menjadi gula (glukosa) untuk digunakan sebagai energi. Glukosa berlebih kemudian disimpan di otot dan hati. Setelah itu, tubuh mengubah glukosa berlebih menjadi lemak.

Ketika tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengubah lemak menjadi keton untuk digunakan sebagai energi.

Pencipta diet karnivora mengklaim bahwa dengan mengurangi karbohidrat, Bunda akan mempercepat pembakaran lemak dan penurunan berat badan, serta tidak merasa lapar. Ia juga mengatakan diet bebas karbohidrat akan meningkatkan kontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Lantaran penelitian tentang diet karnivora masih terbatas, sulit untuk menyatakan manfaatnya. Manfaat tersebut hanya dapat diasumsikan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki tentang diet lain dan makronutrien.

Dilansir dari laman Healthline, sebagai contoh, karena diet karnivora mengecualikan karbohidrat, maka diet ini menghilangkan kue kering, permen, minuman bersoda, makanan manis, dan makanan tinggi karbohidrat serupa lainnya.

Makanan-makanan tersebut rendah nutrisi bermanfaat dan sering kali tinggi kalori. Oleh karena itu, konsumsinya harus dibatasi dalam diet sehat dan seimbang.

Makanan tinggi gula juga dapat menjadi masalah bagi penderita diabetes, karena dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Bahkan, membatasi karbohidrat olahan dan makanan manis sering direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Lantaran diet karnivora menghilangkan karbohidrat olahan, Bunda juga mungkin akan melihat beberapa manfaat awal seperti peningkatan tekanan darah, pengurangan lemak perut, dan peningkatan kesehatan kardiovaskular.

Namun, apakah manfaat ini bertahan lama, masih belum jelas, ya, Bunda. Meski demikian, penghapusan karbohidrat sepenuhnya pada diet karnivora tidak dianjurkan untuk pengelolaan diabetes.

Sebaliknya, mengonsumsi karbohidrat sehat dan kaya serat dalam jumlah kecil yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah lebih dianjurkan.

Risiko diet karnivora

Lemak hewani sebagian besar adalah lemak jenuh, yang merupakan jenis lemak paling tidak sehat karena dapat meningkatkan kolesterol LDL (jahat).

Dilansir dari laman Harvard Health Publishing, diet karnivora termasuk salah satu jenis diet keto atau ketogenik. Kelemahannya adalah cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Kekhawatiran jangka panjang lainnya tentang diet keto, terutama diet karnivora, termasuk peningkatan batu ginjal, asam urat, dan osteoporosis. Selain itu, asupan protein yang sangat tinggi yang terkait dengan diet karnivora dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

Diet karnivora hanya mencakup produk hewani dan mengecualikan makanan lainnya. Secara spesifik, seseorang yang menjalani diet karnivora dapat mengonsumsi:

  • Daging: sapi, ayam, kalkun, domba, dan lain-lain.
  • Jeroan: hati, ginjal, babat, jantung, dan otak.
  • Ikan: salmon, mackerel, sarden, kepiting, lobster, nila, dan lain-lain.
  • Produk hewani lainnya: telur, lemak babi, sumsum tulang, kaldu tulang, dan lain-lain.
  • Produk susu rendah laktosa (dalam jumlah kecil): krim kental, keju, mentega
  • Air

Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda kenali dari diet karnivora. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.