Jakarta –
Inhaler kerap dikenal sebagai alat yang digunakan untuk menangani gangguan pernapasan, terutama asma. Namun, sebenarnya apakah inhaler boleh dipakai untuk balita?
Menilik dari laman Mayo Clinic, asma merupakan kondisi ketika saluran udara di paru-paru mengalami pembengkakan secara terus-menerus. Kondisi ini membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif dan memicu kesulitan bernapas pada Si Kecil.
Saat kambuh, anak bisa mengalami apa yang disebut sebagai serangan asma. Beberapa pemicu yang terjadi antara lain alergi, pilek, hingga kegiatan fisik tertentu yang membuat napas menjadi lebih berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menangani kondisi ini, biasanya diperlukan kombinasi pengobatan dan perubahan gaya hidup. Obat yang diberikan dapat mengurangi peradangan sekaligus meredakan gejala saat serangan terjadi.
Sebagian besar obat asma diberikan melalui alat khusus yang dikenal sebagai inhaler. Sebenarnya, apakah inhaler boleh digunakan dan aman untuk balita?
Inhaler adalah alat kecil yang mudah digenggam dan digunakan untuk mengantarkan obat ke paru-paru. Biasanya, inhaler berisi obat yang membantu membuka saluran pernapasan atau mengurangi peradangan di paru-paru.
Menilik dari National Library of Medicine (NIH), inhaler dapat digunakan pada anak di bawah usia 5 tahun. Penggunaan inhaler dosis terukur bahkan dianggap lebih aman dibandingkan dengan menggunakan nebulizer.
Selain itu, penggunaan inhaler pada balita tidak dikaitkan dengan efek samping yang berat, Bunda. Jika digunakan sesuai dengan anjuran dokter, inhaler dapat membantu mencegah munculnya gejala asma.
Misalnya seperti batuk, mengi, dada terasa sesak, hingga sesak napas yang bisa mengganggu aktivitas anak. Lalu, apa saja manfaat yang bisa dirasakan Si Kecil dari penggunaan inhaler ini?
Manfaat inhaler untuk balita
Penggunaan inhaler pada balita punya beberapa manfaat yang bisa membantu mengatasi gangguan pernapasan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Meredakan gejala asma
Inhaler biasanya digunakan pada anak dengan gangguan pernapasan seperti asma. Alat ini untuk mengurangi gejala yang dapat mengganggu aktivitas Si Kecil.
Dikutip dari Cleveland Clinic, penggunaan inhaler terbagi menjadi dua, yaitu inhaler harian untuk mencegah dan mengontrol gejala, serta inhaler kerja cepat yang digunakan saat serangan terjadi atau ketika pernapasan tiba-tiba memburuk.
2. Mengantarkan obat langsung ke paru-paru
Inhaler dapat membantu obat masuk langsung ke paru-paru anak. Cara ini membuat obat bekerja lebih cepat di bagian yang membutuhkan penanganan.
3. Melegakan pernapasan anak
Selain itu, inhaler juga bisa membantu merelaksasi otot-otot di sekitar saluran napas, sehingga anak dapat bernapas lebih lega dan tidak terasa sesak. Dengan saluran napas yang lebih rileks, mereka jadi lebih mudah menarik napas dalam-dalam.
4. Mencegah kambuhnya gejala
Dengan penggunaan rutin sesuai anjuran dokter, inhaler dapat mencegah munculnya gejala kembali. Selain itu, alat ini juga berfungsi untuk mengurangi peradangan pada saluran napas dalam jangka panjang.
Cara menggunakan inhaler pada balita
Penggunaan inhaler pada anak biasanya tidak langsung diberikan begitu saja, tetapi dibantu dengan alat tambahan agar obat bisa lebih mudah masuk ke paru-paru Si Kecil.
Alat bantu yang disebut spacer ini perlu dirawat dengan baik sejak pertama kali digunakan. Saat baru diterima, sebaiknya cuci dengan air hangat dan sabun, lalu biarkan kering sendiri tanpa dilap.
Berikut ini langkah penggunaan inhaler pada balita yang dikutip dari National Health Service (NHS):
- Kocok inhaler terlebih dahulu.
- Pasang inhaler ke ujung spacer hingga terhubung dengan benar.
- Tempelkan masker menutupi mulut dan hidung anak dengan posisi rapat, tapi tetap nyaman agar tidak membuat anak rewel. Jika terlalu longgar, obat bisa bocor keluar.
- Untuk anak di bawah 18 bulan, spacer perlu dimiringkan sekitar 45 derajat agar katup bisa terbuka dengan baik.
- Tekan inhaler satu kali, lalu biarkan anak bernapas perlahan sebanyak lima kali. Untuk anak di bawah dua tahun, cukup dihitung sekitar 10 detik.
- Jika menggunakan inhaler dengan jenis Aerochamber, pastikan katupnya bergerak membuka dan menutup setiap kali anak bernapas.
- Jika masih diperlukan, ulangi langkah yang sama untuk semprotan berikutnya.
Lebih lanjut, dokter biasanya akan menentukan jumlah semprotan yang sesuai untuk anak. Jika lebih dari dua semprotan, inhaler perlu dikocok kembali setiap dua kali penggunaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)





Comments are closed.