Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Batu Kokoreko, Cerita Rakyat dari Papua

Legenda Batu Kokoreko, Cerita Rakyat dari Papua

legenda-batu-kokoreko,-cerita-rakyat-dari-papua
Legenda Batu Kokoreko, Cerita Rakyat dari Papua
service

Legenda Batu Kokoreko, Cerita Rakyat dari Papua


Legenda Batu Kokoreko adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Papua. Legenda ini berkisah tentang seorang adik yang iri hati pada kakak kembarannya.

Berikut kisah dari legenda Batu Kokokero tersebut.

Legenda Batu Kokoreko, Cerita Rakyat dari Papua

Dinukil dari artikel Alfonsina Samber, “Batu Kokoreko” dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), alkisah pada zaman dahulu ada sebuah desa di tepi pantai utara Papua Barat. Di sana hiduplah sepasang gadis kembar yang bernama Tabita dan Badseba.

Kedua gadis kembar ini dikenal sangat cantik jelita. Kecantikannya membuat setiap pemuda yang ada di sana tertarik dengan mereka.

Namun sayang, hubungan antara kedua anak kembar ini tidak berjalan baik, terutama dari sisi Badseba. Sering kali Badseba merasa iri hati pada Tabita.

Tabita memang tumbuh menjadi seorang gadis yang baik hati. Dirinya selalu ibunya sehari-hari dalam mengerjakan berbagai pekerjaan rumah.

Tidak hanya itu, Tabita juga sering membantu para tetangga yang membutuhkan. Tidak heran Tabita begitu disayangi, baik oleh kedua orang tuanya maupun masyarakat yang ada di sana.

Meskipun demikian, Badseba tidak menunjukkan secara langsung rasa irinya pada sang kakak. Dia hanya bisa memendam perasaan tersebut sekian lama.

Pada suatu hari, ayah Tabita dan Badseba pergi melaut seperti biasa. Sementara itu, sang ibu mempersiapkan berbagai pekerjaan rumah yang ada pada waktu itu.

Kedua saudara kembar ini kemudian saling mengikat rambut mereka setelah mandi. Setelah mengikat rambut Badseba, Tabita kemudian meminta sang adik melakukan hal yang serupa padanya.

Badseba kemudian mulai mengikat rambut Tabita. Namun Badseba menyelipkan beberapa barang di rambut kakaknya tersebut.

Saat mengikat rambut sebelah kiri, Badseba menyelipkan sebutir telur ayam di dalamnya. Sementara itu, Badseba juga menyelipkan sebuah pinang tua di sebelah kanan rambut kakaknya.

Setelah mengikat rambut tersebut, kedua gadis ini kemudian pergi bermain ayunan yang ada di tepian pantai tidak jauh dari rumah mereka. Tabita dan Badseba saling bergantian untuk memainkan ayunan tersebut.

Kini tiba giliran Tabita untuk bermain ayunan. Dirinya kemudian naik ke ayunan dan meminta Badseba mendorongnya.

Badseba kemudian langsung mendorong Tabita dengan kencangnya. Tanpa sadar, Tabita terlempar ke lautan dan tidak pernah muncul kembali ke permukaan.

Pada awalnya, Badseba merasa takut melihat hal itu. Namun perasaan jahatnya muncul dan berkata jika inilah kesempatan baginya untuk dicintai seorang diri.

Badseba kemudian kembali ke rumah dan berpura-pura sedih. Dia kemudian berkata jika Tabita sudah hilang entah ke mana.

Kabar ini tentu menggemparkan masyarakat yang ada di desa tersebut. Semua masyarakat kemudian saling bahu membahu untuk mencari keberadaan Tabita.

Namun semua usaha yang dilakukan berakhir sia-sia. Tubuh Tabita sudah hilang dan tidak bisa dijumpai lagi keberadaannya.

Beberapa waktu kemudian, ibu dari kedua gadis kembar ini tengah duduk termenung di pinggiran pantai. Dia merasa rindu dengan putri sulungnya, Tabita.

Tiba-tiba dari dalam laut muncul sebuah pohon pinang. Tidak lama kemudian pohon pinang tersebut langsung berbuah.

Hal ini tentu membuat sang ibu merasa heran. Bagaimana mungkin sebuah pohon pinang yang baru saja muncul bisa berbuah dengan cepatnya.

Tiba-tiba seekor ayam jago juga muncul di atas pucuk pohon pinang itu. Ayam jago ini kemudian berkokok dan menyampaikan sebuah kalimat pada sang ibu.

“Kokoreko, saya berasal dari telur ayam yang dimasukkan Badseba di rambut Tabita,” ucap ayam jago itu. “Pohon pinang ini juga berasal dari buah pinang yang dimasukkan Badseba ke rambut Tabita,” tambahnya.

Ayam jago tersebut kemudian berkata jika mereka muncul dari dasar laut tempat tubuh Tabita berada. Mendengar ucapan tersebut, langsung pecah tangis sang ibu menyadari realita yang dia alami.

Sang ibu sadar jika Badseba sudah berperilaku jahat pada sang kakak. Namun dia tidak bisa memberikan hukuman karena Badseba seoranglah putri satu-satunya yang tersisa.

Akhirnya sang ibu menyampaikan rasa terima kasih pada ayam jago tersebut. Namun belum sempat berucap, ayam jago dan pohon pinang tersebut sudah berubah menjadi batu.

Konon batu berbentuk ayam jago dan pohon pinang inilah yang kemudian dikenal dengan nama Batu Kokoreko.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.