Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Ekspor Tumbuh Tipis, Impor Melonjak: Neraca Dagang Tetap Surplus

Ekspor Tumbuh Tipis, Impor Melonjak: Neraca Dagang Tetap Surplus

ekspor-tumbuh-tipis,-impor-melonjak:-neraca-dagang-tetap-surplus
Ekspor Tumbuh Tipis, Impor Melonjak: Neraca Dagang Tetap Surplus
service

KABARBURSA.COM – Surplus neraca perdagangan Indonesia secara akumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai USD5,55 miliar. Pada Maret saja, surplus tercatat sebesar USD3,32 miliar. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren positif perdagangan internasional yang telah membukukan surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menuturkan bahwa surplus tersebut ditopang oleh performa impresif sektor komoditas nonmigas yang terus berlanjut. Sebaliknya, sektor migas masih berada dalam tekanan defisit yang belum mereda.

Ia merinci, sepanjang kuartal pertama 2026, surplus dari komoditas nonmigas mencapai USD10,63 miliar. Namun, capaian itu tereduksi oleh defisit sektor migas yang menyentuh USD5,08 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan Ateng dalam keterangan resminya pada Senin (4/5).

Lebih lanjut, nilai ekspor kumulatif selama Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar USD66,85 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan tampil sebagai motor penggerak utama, dengan pertumbuhan ekspor sebesar 3,96 persen hingga mencapai USD54,98 miliar.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia hingga Maret 2026 mencapai USD61,30 miliar. Angka ini melonjak signifikan, yakni 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut terutama ditopang oleh impor nonmigas yang mencapai USD52,97 miliar, meningkat tajam 12,16 persen. Sementara itu, impor migas justru mengalami kontraksi sebesar 1,72 persen menjadi USD8,33 miliar.

Berdasarkan penggunaannya, peningkatan impor terjadi di seluruh kategori, baik barang modal, bahan baku atau penolong, maupun barang konsumsi. Impor bahan baku atau penolong masih mendominasi dengan nilai USD43,17 miliar, tumbuh 6,89 persen.

Adapun impor barang modal mencapai USD12,98 miliar, melonjak 24,02 persen. Secara proporsional, kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan pada kategori bahan baku maupun barang konsumsi, mencerminkan peningkatan aktivitas investasi.

Sementara itu, impor barang konsumsi tercatat sebesar USD5,15 miliar. Nilai tersebut mengalami kenaikan 6,12 persen, menandakan permintaan domestik yang tetap resilien di tengah dinamika global yang fluktuatif, pungkasnya.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.