Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. APBN Tergerus Subsidi Energi Fosil, Indonesia Didesak Ambil Peran di Konferensi Iklim Kolombia

APBN Tergerus Subsidi Energi Fosil, Indonesia Didesak Ambil Peran di Konferensi Iklim Kolombia

apbn-tergerus-subsidi-energi-fosil,-indonesia-didesak-ambil-peran-di-konferensi-iklim-kolombia
APBN Tergerus Subsidi Energi Fosil, Indonesia Didesak Ambil Peran di Konferensi Iklim Kolombia
service

Jakarta, NU Online

Ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil kian membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Data 350.org Indonesia menunjukkan subsidi energi mencapai Rp381,3 triliun dalam APBN 2026 atau hampir 10 persen dari total belanja negara. Angka ini bahkan berpotensi melonjak hingga Rp530 triliun seiring kenaikan harga minyak global yang telah melampaui asumsi 70 dolar AS per barel.

Indonesia Team Leader 350.org Indonesia, Silsilia Nurmala Dewi, mengungkapkan kondisi tersebut sebagai “bom waktu” fiskal yang mengancam stabilitas ekonomi sekaligus menggerus alokasi untuk layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kenaikan harga minyak dunia, termasuk lonjakan di atas 100 dolar AS per barel akibat konflik geopolitik, semakin memperparah tekanan terhadap APBN.

“Kita membayar energi fosil berkali-kali lewat pajak, lewat tagihan, dan lewat dampak krisis iklim yang makin nyata. Kita yang paling menanggung beban berlapis dari energi fosil,” tegasnya dalam webinar The Great Energy Pivot: Membangun Pilar Kedaulatan dengan Transisi Energi, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, energi terbarukan kini semakin terjangkau. Teknologi seperti tenaga surya dan baterai dinilai mampu menekan biaya listrik hingga 20 persen pada sistem tertentu.

“Matematikanya jelas, energi terbarukan jauh lebih murah. Yang mahal justru kelambanan politik,” ujarnya.

Silsilia juga mendesak Indonesia untuk hadir dan mengambil peran strategis dalam konferensi internasional penghapusan energi fosil di Santa Marta, Kolombia, pada 28-29 April 2026.

“Forum ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam transisi energi berkeadilan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada subsidi fosil yang membebani negara,” tegasnya.

Sementara itu, peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Jaya Darmawan, menilai kebijakan fiskal Indonesia masih belum berpihak pada keadilan energi.

“Subsidi energi fosil yang besar menunjukkan adanya ketergantungan struktural. Tanpa reformasi fiskal, APBN akan terus terbebani dan ruang untuk transisi energi semakin sempit,” ujarnya.

Ia mendorong reformasi melalui pajak progresif sektor lingkungan, termasuk pajak karbon, pajak produksi batu bara, hingga pajak windfall sektor ekstraktif. Selain itu, realokasi subsidi dinilai penting untuk mendukung transisi energi dan perlindungan lingkungan.

Menurut Jaya, kehadiran Indonesia dalam konferensi internasional tersebut dapat menunjukkan komitmen terhadap transisi energi sekaligus mengurangi beban APBN akibat ketergantungan pada energi fosil.

“Kehadiran Indonesia di forum itu sangat penting agar tidak terus terjebak dalam subsidi fosil yang membebani APBN sekaligus memperparah krisis iklim,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.