Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ayah Penyekap Perempuan Bandung Akui Manjakan Taufik Hidayat karena Dianggap Lebih Ganteng dari Saudaranya

Ayah Penyekap Perempuan Bandung Akui Manjakan Taufik Hidayat karena Dianggap Lebih Ganteng dari Saudaranya

ayah-penyekap-perempuan-bandung-akui-manjakan-taufik-hidayat-karena-dianggap-lebih-ganteng-dari-saudaranya
Ayah Penyekap Perempuan Bandung Akui Manjakan Taufik Hidayat karena Dianggap Lebih Ganteng dari Saudaranya
service

Jakarta

Sosok pria bernama Taufik Hidayat tengah menjadi sorotan publik selama beberapa minggu belakangan, Bunda. Taufik adalah pria yang dituding melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya YTR, selama tiga tahun.

Setelah sempat buron, Taufik berhasil diamankan pihak berwajib di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/26) malam. Pria 30 tahun ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Barat.

Tak lama setelah diamankan, keluarga Taufik akhirnya buka suara. Ayah Taufik, Tata, mengungkap kehidupan sang putra yang sebelumnya tak pernah dibagikan ke publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik adalah anak kesayangan ayahnya

Taufik adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ibunda Taufik diketahui telah meninggal dunia diduga karena mengalami tekanan mental atau stres.

Taufik merupakan anak kesayangan dari ayahnya. Menurut sang ayah, Taufik disayang karena memiliki paras yang tampan bila dibandingkan saudara-saudara kandungnya.

“Benar (paling) disayang,” kata Tata kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Ganteng gitu lah, beda dari yang (saudara) lain,” sambungnya, dikutip dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Tim HaiBunda telah meminta izin untuk mengutip konten ini.

Dalam podcast bersama Dedi Mulyadi, Tata juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya memanjakan anak ketiganya itu. Tata bahkan suka membela Taufik saat berkelahi dengan orang lain.

“Di antara ketiga anak laki-laki, ini (Taufik) paling ganteng. Karena paling ganteng, sehingga oleh bapak selalu dibela. Waktu kecil kalau berkelahi sama orang, bapak belain ya?” tanya Dedi.

“Iya,” jawab Tata singkat.

Saat masih tinggal bersama ayahnya, Taufik diketahui pernah melakukan kekerasan pada Tata. Saat itu, Taufik memukul sang ayah dengan kayu lantaran lapar.

“Pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya sedang bekerja di sawah. Dia lagi di rumah, nganggur. Mau makan, enggak ada ikan. Saat itu, ibunya sudah tidak ada,” ungkap Tata.

“Dia datang ke sawah, langsung pukul. Untung saya ada teman dua orang, jadi ditolong. Habis itu dia kabur mungkin selama satu minggu, lalu kembali dan minta maaf sambil nangis,” sambungnya.

Mendengar pengakuan Tata, Dedi Mulyadi berceletuk tentang perilaku Taufik yang sering dimanja oleh ayahnya. Menurut Dedi, sikap sang ayah yang selalu memaafkan merupakan cerminan bahwa Taufik memang anak yang dimanja.

“Ya karena itu, kalau sampai orang tua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orang tuanya memaafkan, itu cermin anak dimanja,” kata Dedi.

Taufik ditangkap dan ungkap alasan lakukan penyekapan

Taufik saat ini sudah diamankan oleh pihak berwajib. Pria asal Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini telah mengakui bahwa seluruh perbuatannya dilakukan di bawah pengaruh alkohol.

“Semua yang dia lakukan dia mengakui dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu,” kata Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, dikutip dari detikcom.

Setelah kejadian tersebut, Taufik sempat melarikan diri ke Tangerang. Namun, ia tidak bertahan lama di kota itu dan memutuskan kembali ke Jawa Barat hingga akhirnya ditangkap.

Polisi berhasil melacak keberadaan Taufik setelah memantau aktivitas transaksinya. Sebelum dibawa ke Mapolda Jabar, Taufik sempat diamankan di Polsek Majalaya untuk menjalani pemeriksaan awal dan tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan Taufik negatif mengonsumsi narkotika.

Menurut Rudi, Taufik mengaku merasa takut selama dalam pelarian dan terus dihantui oleh rasa curiga terhadap orang-orang di sekitarnya, Bunda.

“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat,” ujar Rudi.

“Kami sempat menanyakan juga bahwa yang bersangkutan juga merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu,” lanjutnya.

Kondisi korban penyekapan dan penganiayaan

Korban YTR hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak keluarga mengatakan bahwa YTR mulai menunjukkan semangat untuk pulih dan bisa diajak berkomunikasi. Meski begitu, keluarga masih menjaga kondisi psikis korban.

“Kondisi korban sudah bagus. Dia sudah semangat lagi. Komunikasi sudah lancar. Tapi untuk gimana-gimananya kita masih jaga mental,” kata bibi YTR, Erni.

Dalam keterangannya, Erni meminta agar pelaku bisa dijatuhi hukuman yang maksimal. Pasalnya, kondisi fisik korban YTR kini mengalami dampak permanen akibat penganiayaan dan penyekapan.

“Kami ingin pelaku di hukum seberat-beratnya. Masa depan (korban) masih panjang, dia baru 29 tahun. Keponakan saya sudah cacat. Kondisinya mengkhawatirkan,” ungkap Erni.

(ank/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.