Lebih sepekan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 7,7 berlalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengalihkan fokus dari operasi pencarian dan penyelamatan pada penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Hingga Jumat (21/8/26) pukul 17.00, data korban dari BNPB, 83 orang meninggal dunia, 986 luka-luka. sekitar 110.785 warga mengungsi, sembilan kabupaten dan satu kota terdampak. “Seiring terbukanya akses menuju sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi, proses pendataan korban masih terus berlangsung,” tulis BNPB dalam keterangannya. Selain korban jiwa dan luka, 45.006 rumah rusak, 17.175 rusak berat, 9.818 rusak sedang, dan 18.013 rusak ringan. Gempa juga merusak 502 fasilitas pendidikan, 264 fasilitas kesehatan, 300 rumah ibadah, dan 339 gedung perkantoran. Kemudian, satu gudang Bulog, satu pasar, 38 fasilitas umum, 15 fasilitas air bersih, 68 titik jalan, dan 25 jembatan di berbagai wilayah terdampak. Bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai organisasi kemanusiaan, BNPB terus mendistribusikan bantuan logistik ke puluhan titik pengungsian. Badan ini memusatkan penanganan pada penyediaan pangan, layanan kesehatan, air bersih, hunian darurat, serta percepatan pemulihan jalan, jaringan listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar. Untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi akibat longsor, BNPB juga mengerahkan distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara, termasuk dengan dukungan helikopter serta kapal logistik. Kendaraan double cabin milik Basarnas Kota Ende mengantarkan barang bantuan logistik dan peralatan ke Desa Jegharangga dari Kantor BPBD Kabupaten Ende, Kota Ende, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8). Foto: BNPB. Perbedaan dengan tsunami 1992 Selain sebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi,…This article was originally published on Mongabay
Belajar dari Gempa NTT, Ancaman Geologi Minim Mitigasi
Belajar dari Gempa NTT, Ancaman Geologi Minim Mitigasi





Comments are closed.