Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Dorong Tata Kelola Laut dan Pesisir Berkeadilan?

Bagaimana Dorong Tata Kelola Laut dan Pesisir Berkeadilan?

bagaimana-dorong-tata-kelola-laut-dan-pesisir-berkeadilan?
Bagaimana Dorong Tata Kelola Laut dan Pesisir Berkeadilan?
service

Lebih dari 17.000  gugusan pulau-pulau di nusantara bukan sekadar angka. Ada kehidupan dan ekosistem yang perlu jaga karena pulau-pulau kecil dan terluar ini bak benteng penjaga sekaligus paling rentan jika terjadi bencana. M. Abdillah Maulana, pemuda dari Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membagi pengalamannya dalam menata ruang hidup serta upaya mempertahankan kelestarian pesisir dan perairan pulau kelahirannya. Dia merasa beruntung karena sejak kecil, orang tuanya memperkenalkan ekosistem pulau seperti mangrove dan rumput laut. “Orang tua memperkenalkan secara dini pada anaknya menanam mangrove, menjaganya. Anak sekolah diarahkan terjun langsung ke pulau untuk mengenal padang lamun, terumbu karang,” katanya. Menurut dia, bagi pemuda Tanakeke, pengetahuan pesisir adalah warisan turun temurun. Semasa kecil, orang tuanya kerap mengajak menanam mangrove saat laut sedang surut. Di tempatnya, warga terbilang masih sangat produktif. Sekitar 90% penghidupan mereka berasal dari nelayan dan petani rumput laut. Ekosistem utama pulau ini adalah hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. “Warga memanfaatkan pengetahuan lokal seperti musim ikan, arah angin, dan pola pasang surut dalam aktivitas melaut. Mereka mengenali lokasi pemijahan ikan yang perlu dilindungi,” katanya. Meski begitu, kata Maulana, hal itu bukan berarti tanpa tantangan. Dalam beberapa tahun terakhir, katanya, praktik pembukaan tambak di  pesisir menghadirkan ancaman terhadap ekosistem mangrove disana. Dampaknya, saat pasang, air laut kian merangsek masuk ke daratan. Alief Fachrul Raazy, Program Manager Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKLI) ikut membagikan pengalaman terkait praktik dan tantangan pengelolaan pesisir dan ruang laut berbasis masyarakat, terutama di wilayah administrasi perkotaan. Kebetulan, lembaganya turut mendampingi warga di sejumlah pulau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.