Lebih dari 17.000 gugusan pulau-pulau di nusantara bukan sekadar angka. Ada kehidupan dan ekosistem yang perlu jaga karena pulau-pulau kecil dan terluar ini bak benteng penjaga sekaligus paling rentan jika terjadi bencana. M. Abdillah Maulana, pemuda dari Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membagi pengalamannya dalam menata ruang hidup serta upaya mempertahankan kelestarian pesisir dan perairan pulau kelahirannya. Dia merasa beruntung karena sejak kecil, orang tuanya memperkenalkan ekosistem pulau seperti mangrove dan rumput laut. “Orang tua memperkenalkan secara dini pada anaknya menanam mangrove, menjaganya. Anak sekolah diarahkan terjun langsung ke pulau untuk mengenal padang lamun, terumbu karang,” katanya. Menurut dia, bagi pemuda Tanakeke, pengetahuan pesisir adalah warisan turun temurun. Semasa kecil, orang tuanya kerap mengajak menanam mangrove saat laut sedang surut. Di tempatnya, warga terbilang masih sangat produktif. Sekitar 90% penghidupan mereka berasal dari nelayan dan petani rumput laut. Ekosistem utama pulau ini adalah hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. “Warga memanfaatkan pengetahuan lokal seperti musim ikan, arah angin, dan pola pasang surut dalam aktivitas melaut. Mereka mengenali lokasi pemijahan ikan yang perlu dilindungi,” katanya. Meski begitu, kata Maulana, hal itu bukan berarti tanpa tantangan. Dalam beberapa tahun terakhir, katanya, praktik pembukaan tambak di pesisir menghadirkan ancaman terhadap ekosistem mangrove disana. Dampaknya, saat pasang, air laut kian merangsek masuk ke daratan. Alief Fachrul Raazy, Program Manager Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKLI) ikut membagikan pengalaman terkait praktik dan tantangan pengelolaan pesisir dan ruang laut berbasis masyarakat, terutama di wilayah administrasi perkotaan. Kebetulan, lembaganya turut mendampingi warga di sejumlah pulau…This article was originally published on Mongabay
Bagaimana Dorong Tata Kelola Laut dan Pesisir Berkeadilan?
Bagaimana Dorong Tata Kelola Laut dan Pesisir Berkeadilan?





Comments are closed.